PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Puluhan panel dan komponen Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru raib dicuri orang tak dikenal (OTK). Aksi pencurian tersebut berdampak pada terganggunya sistem penerangan dan membuat sejumlah ruas jalan menjadi gelap karena lampu PJU tidak berfungsi.
Pencurian aset PJU itu terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Sukajadi, Tenayan Raya, Kulim, Bukitraya dan Binawidya. Berdasarkan hasil pengecekan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, sedikitnya sekitar 70 panel PJU diketahui hilang.
Kepala Dishub Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus hilangnya panel dan sejumlah komponen PJU tersebut kepada pihak kepolisian.
Laporan dilakukan sebagai langkah untuk mengusut aksi pencurian sekaligus mengamankan aset milik pemerintah.
”Kami sudah membuat laporan kepolisian terhadap panel atau komponen-komponen yang hilang dicuri,” ujar Masykur Tarmizi, Selasa (15/9).
Baca Juga: Polisi Buru Bandar Narkotika Internasional Asal Desa Bantan Timur
Dijelaskannya, panel PJU merupakan salah satu bagian penting dalam sistem penerangan jalan. Di dalam panel terdapat sejumlah perangkat yang berfungsi mengatur sekaligus mendukung operasional lampu penerangan.
Menurut Masykur, panel PJU bukan hanya berfungsi sebagai kotak pelindung. Di dalamnya terdapat berbagai komponen kelistrikan, seperti MCB, kWh meter, kontaktor dan perangkat pendukung lainnya.
Ketika komponen tersebut hilang, sistem penerangan pada titik PJU yang bersangkutan tidak dapat bekerja secara normal.
Akibatnya, lampu jalan menjadi padam dan kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan maupun keamanan masyarakat yang melintas pada malam hari.
Masykur menyebutkan, keberadaan panel dan jaringan PJU sangat penting dalam mendukung penerangan di ruas-ruas jalan kota.
Karena itu, pencurian komponen tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian terhadap aset pemerintah, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelayanan penerangan jalan bagi masyarakat.
Temuan hilangnya panel tersebut diketahui setelah Dishub Pekanbaru melakukan pengecekan ke sejumlah titik PJU yang sebelumnya dilaporkan masyarakat mengalami gangguan penerangan.
Petugas kemudian melakukan survei ke lapangan untuk memastikan penyebab lampu jalan tidak berfungsi.
Dari hasil pengecekan, petugas menemukan sejumlah komponen PJU telah hilang. Tidak hanya panel, kabel yang menjadi bagian dari jaringan penerangan jalan juga ditemukan tidak berada di tempatnya.
Baca Juga: Dalam Satu Hari, Satu Rumah di Kuantan Hilir Seberang dan Setengah Hektar Lahan Terbakar
Kondisi tersebut mengindikasikan adanya aksi pencurian terhadap aset PJU milik pemerintah. Dishub kemudian melakukan pendataan terhadap titik-titik yang mengalami kerusakan atau kehilangan komponen untuk selanjutnya ditindaklanjuti.
Untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi, Dishub Pekanbaru juga menyiapkan tim untuk melakukan pengawasan terhadap sejumlah titik PJU di lapangan.
Pengawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga aset sekaligus memastikan sistem penerangan jalan tetap berfungsi.
”Kita juga sudah siapkan tim untuk melakukan pengawasan di lapangan. Semoga pengawasan ini dapat mengamankan aset kita,” jelas Masykur.
Ia berharap pengawasan tidak hanya dilakukan oleh petugas pemerintah. Masyarakat juga diminta ikut berperan dalam menjaga aset PJU yang berada di lingkungan masing-masing.
Masykur mengajak masyarakat segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan, terutama jika melihat orang yang diduga melakukan pembongkaran atau pencurian panel, kabel maupun komponen PJU.
”Kalau ada ditemukan OTK yang melakukan pencurian panel, masyarakat bisa melaporkan ke Dishub ataupun ke pihak kepolisian,” pungkasnya.
Dishub Pekanbaru berharap laporan masyarakat dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus tersebut. Selain itu, keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mencegah aset penerangan jalan kembali menjadi sasaran pencurian.(dof/ayi)
Laporan JOKO SUSILO, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian