TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO)- Ribuan masyarakat antusias melihat tradisi Perahu Beganduang di Tepian Muko Lobua, Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, Sabtu (13/4) sore. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby Ak MM dan Kepala Dinas Pariwisata Riau Roni Rakhmat mewakili PJ Gubernur Riau SF Hariyanto.
Sebelumnya, Suhardiman Amby mengikuti serangkaian tradisi di salah satu rumah adat yang dinamai dengan Rumah Godang Gajah Tunggal, yaitu dengan tradisi budaya Manjopuik Limau, yang diisi dengan serangkaian petatah petitih budaya Kuansing khusus Lubuk Jambi
“Tradisi ini merupakan salah satu produk budaya yang merupakan kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat, agar tidak hilang begitu saja karena perkembangan zaman,” kata bupati.
Sebagai generasi penerus, bupati berpesan supaya tradisi ini terus dijaga. Selain untuk mempererat hubungan silahturahmi, juga banyak makna yang terkandung di dalam penyelenggaraan festival Perahu Baganduang, seperti seni dan budaya, nilai agama dan nilai sosial.
“Atraksi Perahu Baganduang sudah dilaksanakan sejak tahun 1800-an yang merupakan tradisi simbol adat masyarakat Kuansing. Tradisi ini merupakan kearifan lokal yang akan memperkaya khazanah budaya nasional, ini harus kita lestarikan karena ini adalah kebanggaan masyarakat Kuansing,” terang bupati.
Sementara Gubernur Riau, diwakili Kadis Pariwisata, Roni Rakhmat menyebutkan bahwa tradisi Perahu Baganduang termasuk unik. “Ini memang unik dan menarik, karena itu kita akan berkolaborasi bersama Pemkab Kuansing untuk memajukan dan melestarikan budaya ini,” kata Roni.
Dalam acara tersebut, nampak juga hadir Kapolres Kuansing, AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH, Waka II DPRD Kuansing Juprizal, Anggota DPRD Kuansing Solehudin, Riko Nanda, PJ Sekretaris Daerah Kuansing dr Fahdiansyah, SpOG, Ketua TP PKK Hj Yulia Herma, Anggota DPRD terpilih Maulana Imam Saleh, Reky Fitro, Kepala OPD, Camat, LAM, LAN, Tokoh Masyarakat, serta Ninik Mamak Kecamatan Kuantan Mudik.(yas)
Editor : RP Arif Oktafian