Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Lewat Program "Tanya Adam", Warga Bertanya soal Jalan Rusak hingga Sulitnya Berobat

Desriandi Candra • Senin, 22 April 2024 | 10:41 WIB

Ketua DPRD Kuansing Dr Adam SH MH membaca satu per satu kertas aspirasi yang dituliskan peserta dialog "TanyaAdam" di Desa Suka Maju, Singingi Hilir, Kuansing, Sabtu (20/4/2024) .
Ketua DPRD Kuansing Dr Adam SH MH membaca satu per satu kertas aspirasi yang dituliskan peserta dialog "TanyaAdam" di Desa Suka Maju, Singingi Hilir, Kuansing, Sabtu (20/4/2024) .
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Anak-anak muda generasi Z atau milenial Kabupaten Kuantan Singingi yang tergabung dalam program "Tanya Adam" memanfaatkannya menjadi ruang diskusi bagi kawula muda, pelajar dan aktivis. Siapapun bebas bertanya tentang apapun.

Ketua DPRD Kuansing Dr Adam SH MH pun mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang digagas dan ditaja kawula muda ini. Ia pun siap hadir berdiskusi dengan siapapun. Dan dicecar dengan pertanyaan apapun, oleh siapapun.

Program "Tanya Adam", pertama kali digelar oleh anak muda yang ada di Kecamatan Singingi. Di Restoran Cafe and Resto Terserah di Desa Air Mas Singingi, sekitar dua pekan lalu. Saat itu Ketua DPRD Kuansing Adam "dikeroyok" puluhan anak muda dan aktivis yang ada di Singingi dan Singingi Hilir.

Pertanyaan-pertanyaan kelompok anak muda itu cukup kritis. Tidak ada rasa takut. Mayoritas mereka bertanya soal rusaknya infrastruktur, seperti jalan di Kuansing. Pengelolaan dana CSR perusahaan termasuk soal beasiswa yang tidak sepenuhnya menyentuh pelajar di Singingi dan Singingi Hilir.

Momen bisa dialog langsung seperti ini, mereka akui baru pertama kalinya. Satu persatu mereka bertanya. Adam pun menjawab satu persatu. Sambil berdialog langsung. Sehingga ada kepuasan jawaban dari setiap pertanyaan itu. Dialog itu penuh keakraban.

Alhasil program ini pun menimbulkan daya tarik bagi kawula muda di Kuansing. Kali ini, anak muda dan aktivis yang ada di Kecamatan Singingi Hilir yang menajanya. Di sebuah rumah makan khas anak muda, RM Tulus, di Desa Suka Maju, Singingi Hilir, Sabtu (20/4/2024) kemarin, mereka antusias mengikuti kegiatan ini.

Pertanyaannya hampir sama dengan anak-anak muda di Singingi. Masih berkutat soal kondisi jalan di Kuansing, khususnya di wilayah eks transmigrasi yang hancur. Dan juga soal CSR yang tak dinikmati masyarakat. Termasuk soal pelayanan kesehatan yang tidak sepenuhnya dinikmati masyarakat Singingi Hilir.

Seperti yang diutarakan Ratno, warga Beringin Jaya Singingi Hilir. Ia menyampaikan, bahwa dirinya pernah berobat ke salahsatu rumah sakit sebagai pasien BPJS di Pekanbaru melalu surat rujukan dari RSUD untuk melakukan kontrol pertama. Dan rumah sakit tersebut bisa menerima setelah link pendaftarannya bisa diakses.

Namun pada saat mau melakukan kontrol kedua, memakai rujukan dari puskesmas, link konfirmasi pendaftaran di rumah sakit tempat rujukan di Pekanbaru, tak bisa dibuka. "Bagaimana bisa terjadi. Sementara, kontrol pertama linknya bisa dibuka. Kontrol kedua tak bisa linknya lagi dibuka. Kok bisa seperti ini," tanya Ratno.

Adam pun menjawab bahwa ini persoalan teknis yang harusnya rujukan ini bisa dikeluarkan oleh RSUD Teluk Kuantan. Namun, karena akses jalan ke Teluk Kuantan rusak parah dan berpotensi membahayakan kesehatan pasien, tentu masyarakat Singingi Hilir lebih memilih berobat langsung ke Pekanbaru ketimbang ke Teluk Kuantan.

"Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Pelayanan kesehatan harus bisa dinikmati masyarakat dimanapun. Soal rujukan yang dikeluarkan puskesmas namun tidak bisa dilayani oleh rumah sakit tujuan, ke depan harus ada kerja sama antara pihak RSUD dengan Puskesmas, sehingga tidak menghambat pelayanan kesehatan kepada siapapun," jawab Adam.

Selanjutnya, setiap audiens diminta oleh Ketua DPRD Kuansing Adam untuk menyampaikan aspirasinya dalam secarik kertas yang ditempelkan di papan informasi. Adam pun membaca satu persatu kertas yang berisi catatan aspirasi.

Editor : RP Rinaldi
#jalan rusak #berobat #ketua dprd kuansing