Padahal, sebagai ketua partai, Fedrios diberikan mandat oleh partai untuk maju sebagai calon bupati atau calon wakil bupati serta diminta mencari pasangan dan partai tambahan.
Keputusan itu sudah dipertimbangkannya masak-masak. "Saya sudah mempertimbangkan masak-masak. Akhirnya, saya memutuskan untuk batal maju dari partai yang saya pimpin," kata Fedrios Gusni menjawab Riaupos.co, Kamis (8/8/2024) di Teluk Kuantan.
Anggota DPRD Kuansing yang kembali terpilih untuk kedua kalinya itu menjelaskan, mencalonkan diri sebagai calon bupati atau wakil bupati harus benar-benar diperhitungkan. Siap secara mental dan lainnya.
Atas keputusannya itu, Fedrios mengaku dia sudah meminta dan menanyakan pada beberapa kader partai lain yang dinilainya kompeten untuk maju dari Partai Demokrat, tetapi juga sama dengan dirinya memilih tidak maju untuk saat ini.
Dari musyawarah internal partainya, lanjut Fedrios, mengusulkan nama lain dari Partai Demokrat. "Dan sosok yang kita usulkan dari Partai Demokrat Kuansing sebagai calon wakil bupati H Mukhlisin. Dan dia bersedia," sambung Fedrios.
H Mukhlisin, lanjut Fedrios langsung menjadi kader Partai Demokrat Kuansing. Dia menilai, sosok H Mukhlisin yang juga salah seorang tokoh Jawa Kuansing sebagai figur yang tepat diusung Partai Demokrat dalam Pilkada mendatang.
Partai Demokrat pun menyodorkan nama H Mukhlisin untuk mendampingi Dr H Suhardiman Amby MM dari Partai Gerindra dalam Pilkada mendatang.
Mukhlisin merupakan mantan anggota DPRD Kuansing dari Partai Golkar. Dia dinilai pasangan yang tepat untuk memenangkan Pilkada bersama H Suhardiman. Apalagi, keduanya sudah saling kenal dan berteman sejak lama. "Dan kami yakin, jika mereka berpasangan akan memenangi Pilkada Kuansing ini," ujar Fedrios.
Editor : RP Rinaldi