TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Hari ini, Ahad (25/8/2024), hari kelima yang merupakan terakhir pacu jalur tradisional event nasional di Tepian Narosa Telukkuantan. Jalur-jalur yang berpacu adalah jalur-jalur yang berhasil lolos pada laga perpacuan hari keempat yang dilangsung pada Sabtu (24/8/2024) pagi hingga petang hari.
Di hari terakhir ini, semua anak pacu atau atlet pacu, akan memainkan perpacuan hidup mati. Karena tidak ada lagi perpacuan jalur di 2024 di arena Tepian Narosa Telukkuantan. Para atlet akan mengeluarkan kemampuan sekuat tenaga untuk memenangkan perpacuan.
Hasil perpacuan hari keempat yang seru dan menegangkan itu akhirnya, sebanyak 15 jalur berhasil lolos.
Namun bukan pekerjaan mudah untuk bisa lolos. Selain jalur-jalur yang berlaga merupakan jalur-jalur tangguh asal Kuansing dan Inhu, ke-15 jalur ini harus berjuang habis-habisan. Pasalnya, perpacuan di hari keempat memainkan dua putaran perpacuan jalur. Perpacuan terlihat menguras tenaga para atlet. Banyak di antara mereka yang kelelahan saat memasuki pancang finis.
Sepanjang arena pacu jalur Tepian Narosa di hari keempat, penuh sesak dengan para penonton. Baik yang ada di sepanjang arena pacu jalur Desa Seberang Taluk maupun mereka yang menonton di sepanjang Desa Koto Taluk-Desa Sawah.
Semua tribun penonton penuh sesak. Bahkan di antara penonton yang melihat aksi pacu jalur itu, rela basah-basahan untuk memberi dukungan jalur mereka yang sedang berjuang membawa nama desa, kecamatan maupun Kuansing ketika saling berhadapan antara jalur asal Kuansing dan Inhu.
Sorak-sorai begitu riuh di sepanjang Tepian Narosa Telukkuantan. Walaupun Sungai Kuantan sedikit dalam setelah hujan lebat mengguyur Kuansing pada Jumat (22/8) malam sampai pagi Sabtu (24/8).
Baca Juga: Dihipnotis saat Pacu Jalur, PNS Kehilangan Perhiasan Rp70 Juta, Pelaku Asal Sumbar Berhasil Ditangkap
Pernak-pernik pacu jalur tradisional 2024 terlihat. Ada si tukang tari, tukang timbo ruang maupun tukang timbo ruang yang memainkan perannya. Peran pawang jalur pun terlihat memainkan ritual pelepasan jalur sebelum diisi atlet pacuan.
Sehingga panitia pacu jalur dari tribun finis yang disampaikan Darwis berulang-ulang memanggil peserta jalur untuk segera meluncurkan jalurnya ke pancang start.
Di laga hari keempat, banyak terjadi kejutan. Sejumlah jalur unggulan yang difavoritkan tumbang. Jalur Siposan Rimbo asal Pangean yang memiliki nama besar di arena Tepian Narosa Telukkuantan, harus menelan pil pahit. Mereka dikalahkan Jalur Rajo Tunggal Rimbo Binuang dari Kuantan Tengah hanya tertinggal hanya beberapa anak pacu saja pada putaran pertama hari keempat.
Lalu, nasib malang pun diterima Jalur Langkah Siluman Buayo Danau Sitorajo Kari Kecamatan Kuantan Tengah yang dikalahkan oleh Jalur Pendekar Hulu Bukit Tabandang Kecamatan Hulu Kuantan pada putaran pertama.
Perpacuan semakin seru dan menegangkan di perpacuan jalur putaran kedua yang menyisakan 29 jalur. Semakin menegangkannya perpacuan putaran kedua hari keempat ini, harus dipanggil berulang-ulang oleh panitia.
Dumm..., bunyi letusan meriam karbit (cagak) terdengar menggelegar ketika dua buah jalur yang berpacu di putaran kedua hari keempat sah dilepas. Hentakan dua jalur benar-benar berkabut, mencoba saling mendahului.
Di hilir pertama putaran kedua, Jalur Buayo Danau Bandar Alai Kari Kuantan Tengah berhasil menghentikan perlawanan Jalur Panglima Rimbo Piako Pekan Heran Inhu. Lalu hilir kedua, jalur andalan Inhu Tuah Keramat Sialang Soko yang menyusul lolos ke hari terakhir. Dia mengalahkan jalur lain dari Inhu, Jalur Tuah Ratu Panglima Nago.
Kemudian hilir ketiga, Jalur Putra Sulung Indragiri Inhu berhasil menghentikan perlawanan Jalur Linggar Jati Pangean. Hilir keempat, Jalur Sang Ratu Helmina dari Hulu Kuantan berhasil menghentikan Jalur Inhu, Buayo Kuniang Keramat Dubalang Hitam.
Jalur Panglimo Olang Putiah pun berhasil mengalahkan Jalur Upae Saghok Rimbo Dusun Kuantan Hilir pada hilir kelima. Kemudian Jalur Pendekar Hulu Bukit Tabandang Hulu Kuantan yang berhasil mengalahkan Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo asal Kuantan Tengah.
Dua laga seru lain terjadi pada Hilir keenam, antara Jalur Olang Buas Inhu dengan Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang Desa Banjar Padang Kecamatan Kuantan Mudik Kuansing. Sejak awal dilepas, kedua jalur bersaing ketat. Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang baru bisa memastikan kemenangan memasuki pancang kelima.
Baca Juga: Pacu Jalur, Bapenda Optimalkan Penggalian PAD Kuansing
Di hilir kedelapan, sang juara Event Nasional 2023 Tuah Keramat Bukit Embun Inhu ditantang Jalur Rajo Bujang asal Pangean yang merupakan juara pacu jalur di Topian Rajo Pangean 2024. Jalur Rajo Bujang memberikan perlawanan ekstra ketat terhadap Jalur Tuah Keramat Bukit Embun yang harus bersusah payah menghentikannya. Bahkan kemenangan Jalur Tuah Keramat Bukit Embun harus dilihat dari layar monitor dream hakim.
Kemudian jalur lain yang berhasil lolos, Jalur Tuah Alam Cerenti, Jalur Tuah Putri Kuntum Bunga Andini Kuantan Hilir, Jalur Toduang Biso Rimbo Piako Kuantan Mudik, Jalur Tiga Putri Keramat Dubalang Hitam Inhu, Jalur Singa Ngarai Benai, Jalur Rajo Tunggal Rimbo Binuang Kuantan Tengah dan Jalur Tuah Kalajengking Muda Indragiri Inhu.
“Alhamdulillah, pacu jalur hari keempat sudah selesai dan berjalan lancar,” kata Ketua Umum Pacu Jalur 2024, Andi Cahyadi. (dac)
Editor : RP Bayu Saputra