TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Menjelang pergantian tahun 2024 ke 2025, Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri (Kopdagrin) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok.
Pemantauan itu dilakukan di pasar tradisional Teluk Kuantan dan grosir yang menyediakan kebutuhan pokok setiap hari.
Hasil pemantauan yang dilakukan, Dinas Kopdagrin Kuansing menilai kalau harga barang-barang sembilan kebutuhan pokok (sembako) masih stabil.
Hanya saja, harga cabe rawit merah dan cabe rawit hijau yang naik tipis, dari Rp 45.000 per kilogram, sekarang capai Rp 55.000 sampai Rp 60.000 per kilogram.
"Sampai hari ini, barang-barang sembako masih stabil. Rawit merah dan rawit hijau yang naik sedikit" kata Kepala Dinas Kopdagrin Kuansing Delis Martoni melalui Kabid Perdagangan Yean Asnudi, Ahad (29/12/2024) di Teluk Kuantan.
Menurut Yean Asnudi, Dinas Kopdagrin mencatat, untuk beras jenis Anak Daro, beras Pandan Wangi dan Payah Kumbuh harga Rp 180.000 per 10 kg atau Rp18.000 per kg.
Lalu beras Bola Naga Rp147.000 per 10 kg atau Rp14.700 per kg. Beras Topi Koki Rp143. 000 per 10 kg atau Rp14.300 per kg.
Lalu cabe merah keriting masih bertahan du Rp40.000 per kg. Cabe rawit merah Rp60.000 dan cabe rawit hijau Rp55. 000 per kg. Bawang merah Rp40.000 per kg, gula pasir Rp 17.000 per kg.
Kemudian, minyak goreng curah Rp19.200 per liter, minyak goreng premium Rp20.000 per liter dan minyak kita Rp 17.000 per liter.
Untuk daging sapi sedikit naik dari biasanya, yakni Rp130.000 per kg. Telur ayam ras Rp 31.000 dan daging ayam ras Rp 35.000 per kg masih stabil.
"Senin besok kami turun kembali memantau harga di lapangan," ujar Yean Asnudi.
Dibandingkan dari beberapa daerah lain di Riau seperti Pekanbaru sendiri, harga sembako di Kuansing cenderung masih stabil.
Ini dikarena mobilisasi barang-barang kebutuhan pokok yang dipasok dari luar Kuansing, baik dari Sumatera Barat maupun dari Pekanbaru, lancar dan tidak ada gangguan lalu lintas.
Dia berharap, semua pedagang grosir di Kuansing tetap ikut membantu program pemerintah dengan tidak menaikan harga terlalu tinggi dan di luar batas kewajaran. (dac)
Editor : M. Erizal