TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Penyakit mulut dan kaki (PMK) binatang ternak sapi mulai merebak di Kuansing. Kendati angka kasusnya masih kecil, tetapi upaya pencegahan perlu di lakukan.
Bulan lalu, Januari 2025, ada empat kasus PMK yang terjadi dan pada Februari 2025, hanya satu kasus PMK. Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kuansing menjadwalkan, pekan depan akan dilakukan vaksinasi hewan ternak milik warga. Baik kambing, sapi maupun kerbau.
Itu diungkapkan Kadisbunnak Kuansing Andriyama melalui Kabid Kesehatan Hewan, drh Asrul, Sabtu (8/2/2025) di Telukkuantan. "Rencananya, pekan depan kita turun lakukan vaksinasi hewan ternak warga," kata Asrul.
Menurut Asrul, langkah ini upaya pencegahan agar tidak berkembang terlalu banyak. Apalagi, bantuan obat vaksinasi untuk Kuansing sudah turun dari Pemerintah Provinsi Riau.
Kuansing mendapatkan jatah 1.000 dosis untuk vaksinasi 1.000 ekor hewan ternak milik warga. Dimana untuk vaksinasi satu ekor hewan ternak dibutuhkan satu dosis. Usai dilakukan vaksinasi pekan depan, Disbunnak akan melakukan vaksinasi berkala. Satu kali enam bulan.
Kematian hewan ternak oleh PMK, disebabkan virus yang memang menyerang bagian mulut dan kaki. Biasanya, PMK banyak menyerang pada hewan ternak yang dibiarkan lepas begitu saja. Makanya selain melakukan vaksinasi nanti, Dinasbunnak Kuansing langsung mensosialisasikan agar pada pemilik ternak untuk merawat ternaknya dengan cara di kandangkan. Cara ini dinilainya dapat menekan merebaknya kasus PMK. "Kebanyakan peternak kita melepas hewan ternaknya begitu saja. Dan itu rawan terserang," ujarnya.
Editor : Rinaldi