TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Suasana duka terlihat di depan kamar jenazah RSUD Teluk Kuantan, tempat jasad Juniwarti (52) guru SMPN 4 Kuantan Tengah, yang Senin (24/2/2025) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya, perumahan hijau, lingkungan III, RW 1, RT05, Sinambek Kecamatan Kuantan Tengah.
Kejadian itu, benar-benar membuat heboh masyarakat setempat dan Kuansing umumnya yang hari itu masih diguyur gerimis setelah hujan lebat Ahad dinihari.
Murid-murid SMPN 4 Kuantan Tengah bersama beberapa orang guru yang mendampingi terlihat bersedih. Ada yang terlihat menangis tersedu-sedu. Namun tak satupun mereka mau bercerita.
Di depan kamar jenazah, telihat Kepala Sekolah SMPN 4 Kuantan Tengah, Novita Dewi SPd yang mencoba kuat menahan duka kepergian rekan sejawatnya itu.
Namun Novita mencoba sedikit bercerita tentang sosok temannya. "Ibu Warti itu (panggilan Juniwarti) orang yang sangat baik," kata Novita yang menunggu jenazah temannya itu.
Juniwarti, lanjut Novita, di sekolah adalah Wakil Kepala Sekolah. Dia juga mengajar mata pelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak didiknya dengan baik.
Juniwarti, salah satu rekannya yang sudah cukup lama mengajar di SMPN 4 Kuantan Tengah, sekitar 10 tahun. "Dia sosok yang ramah, suka membantu. Saya kaget mendapatkan kepergiannya yang tragis," katanya lagi.
Saat ini, jasad Juniwarti tengah bersiap-siap untuk diberangkatkan ke kota Pekanbaru, tempat keluarganya.
"Usai di identifikasi polisi dan rumah sakit, jasadnya akan dibawa ke Pekanbaru. Begitu permintaan pihak keluarga," ujarnya lagi.
Tewasnya Juniwarti diduga kuat akibat perbuatan suaminya EA yang kabur usai kejadian. Ini pun diperkuat dengan keterangan anak korban Z yang ada di dalam rumah dan sebelum kejadian mendengar keduanya cekcok.
Sementara menurut keterangan Ketua RT 05 perumahan hijau Lingkungan III Sinambek, Kuantan Tengah Susilo Hendri yang ditemui di lokasi kejadian, korban memiliki tiga orang anak.
Satu orang bersekolah di Kota Madinah, yang kedua di Pekanbaru dan yang ketiga masih duduk di MAN 1 Teluk Kuantan kelas II.
Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian Herlambang SIK SH yang dikonfirmasi Riaupos.co membenarkan peristiwa pembunuhan itu. Polisi saat ini masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.
Tapi kuat dugaan, kalau korban tewas akibat perbuatan suaminya EA yang kabur usai kejadian dan masih dicari.
"Kami belum bisa simpulkan apa yang menjadi penyebabnya. Tetapi korban mengalami luka serius di bagian leher. Sementara kuat dugaan ke arah suami korban yang lari setelah kejadian di rumah," ujarnya. (dac)
Editor : M. Erizal