Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Saat Cekcok Mulut, Sekuriti PT CRS Pingsan dan Meninggal Dunia, Polres Kuansing Beri Penjelasan Begini

Desriandi Candra • Kamis, 6 Maret 2025 | 17:56 WIB
Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian Herlambang SIK SH
Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian Herlambang SIK SH

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Ketegangan sengketa lahan antar PT Citra Riau Sarana (CRS) dengan PT Warnasari Nusantara (WSN) kembali terjadi Selasa (4/3/2025). Untungnya tidak terjadi bentrok fisik di lokasi.

Namun salah seorang sekuriti PT CRS bernama Selamet Winanto (SW) umur 42 tahun asal Dusun Purworejo Desa Giri Sako Kecamatan Logas Tanah Darat Kuansing, yang terlibat cekcok di lokasi perkebunan kelapa sawit yang diklaim oleh PT CRS, mendadak pingsan dan tak lama kemudian meninggal dunia.

Menurut keterangan Saparman Kepala Sekuriti PT CRS yang berada di lokasi menyebutkan, tidak ada terjadi kontak fisik antara kedua belah pihak.

"Pada saat kejadian Pak Saparman ini memang berada di lokasi. Saat itu tidak ada terjadi bentrok fisik antara sekuriti dari pihak PT WSN maupun pihak PT CRS," kata Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian Herlambang SIK SH yang dikonfirmasi, Kamis (6/3/2025).

Menurut saksi-saksi, Selamet Winanto tiba-tiba pada saat terjadi adu mulut antar sekuriti kedua pihak perusahaan. Dia pun dilarikan ke Puskesmas Desa Sukaraja Kecamatan Logas Tanah Darat.

Hasil pemeriksaan fisik luar di puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. Sehingga pihak keluarga korban langsung melaksanakan proses pemakaman. Menurut keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat darah tinggi.

Cekcok kedua sekuriti perusahaan, lanjut Angga, terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Di mana masuk dua unit ekskavator warna merah merk Hitaci milik PT WSN masuk untuk melakukan steking lahan di areal lahan yang saling klaim.

Alat berat masuk melalui lahan dari arah sungai Jake Desa Pasir Emas, pada saat itu terjadi cekcok adu mulut dan Selamet Winanto yang ikut terlibat cekcok mulut mendadak jatuh pingsan dan kemudian meninggal dunia.

Sebanyak 10 orang personel Brimob Polda Riau yang tugas PAM di kedua perusahaan, melakukan pengamanan lokasi.

"Jadi tidak ada bentrok fisik di lokasi," katanya lagi.

Angga meminta persoalan saling klaim lahan ini segera di selesaikan  sesuai jalurnya, sehingga tidak ada lagi soal saling klaim.(dac)

Editor : Edwar Yaman
#polres kuansing #sekuriti #cekcok mulut #kapolres kuansing