Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kampung Baru Gunung Toar Dijadikan Kampung Patin

Desriandi Candra • Kamis, 10 April 2025 | 15:22 WIB
Kepala Dinas Perikanan Kuansing, Marwan SPd MM
Kepala Dinas Perikanan Kuansing, Marwan SPd MM

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Dinas Perikanan (Diskan) Kuansing menggagas pengembangan jenis ikan patin. Sebagai pilot projeknya, Diskan akan menjadikan kawasan Batang Bunai Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar sebagai kawasan kampung patin di Kuansing.

Gagasan itu melihat potensi pengembangan ikan patin di Kuansing yang sangat prospek dan diminati masyarakat. Di mana selama ini, Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar dikenal dengan budidaya ikan patinnya.

Dua alasan itu menjadi alasan mendasar untuk dijadikan sebagai pusat pengembangan ikan patin di Kuansing. Selain itu, pengembangan budidaya ikan patin di Kuansing sedari awal mendapat dukungan penuh langsung dari Bupati Kuansing H Suhardiman Amby.

"Pak Bupati H Suhardiman Amby sejak awal mendorong kami untuk pengembangan budidaya perikanan. Salah satunya, budidaya ikan patin," ungkap Kadis Perikanan Kuansing Marwan SPd MM pada Riaupos.co, Kamis (10/4/2025) di Teluk Kuantan.

Sebagai bentuk kongkret dukungan penuh Bupati Kuansing H Suhardiman Amby dalam pengembangan budidaya ikan patin, sudah ditandatanganinya SK penunjukkan kawasan Batang Bunai Desa Kampung Baru Gunung Toar sebagai kampung patin Kuansing. Melalui SK nomor 388/XII/2024.

Dengan adanya SK Bupati Kuansing, Dinas Perikanan fokus untuk menyiapkan sarana dan prasarana pengembangannya segera. Sebagai langkah awal, rencana pengembangan budidaya ikan patin di Gunung Toar itu, sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah kecamatan, masyarakat desa dan masyarakat di Desa Kampung Baru Gunung Toar yang selama ini memang mengembangkan budidaya ikan patin berkualitas.

Dari lokasi yang ada, luas lahan yang tersedia untuk pengembangan budidaya ikan patin itu sebanyak 13 hektare. Dalam waktu dekat, Dinas Perikanan akan meninjau lokasi budidaya ikan patin ini.

Masyarakat budidaya ikan patin di Desa Kampung Baru Gunung Toar ini, selama itu tetap mendapat pembinaan dari Diskan dan bantuan pakan pelet. Apalagi bila nantinya dijadikan sebagai kawasan atau kampung patin di Kuansing, Diskan akan memberikan pembimbingan penuh.

Sedangkan untuk jenis ikan lain, seperti ikan nila, tidak diragukan lagi. Bahkan untuk ikan nila, petani Kuansing sudah mampu menjualnya keluar 15 ton per hari. Sedangkan untuk ikan segar jenis patin, lele dan ikan mas yang masuk ke Kuansing per hari hanya 5 ton.

Lalu produksi ikan perairan umum darat per hari 1,4 ton. Ikan laut yang masuk per hari ke Kuansing 8 ton. Ikan kering per hari masuk 5,2 ton.

Marwan menyebutkan untuk luas kolam yang ada saat ini 337 hektare. Rumah tangga pembudidaya kolam sebanyak 2.240. Produksi kolam 7.078,7 ton per tahun untuk jenis ikan patin, lele, nila, ikan mas, bawal, gurami.

Kemudian luas keramba yang ada 3.600 meter persegi, rumah tangga pembudidaya keramba 114, produksi keramba 65,1 ton, dan total produksi budidaya per tahun 2024 mencapai 7.144 ton. Dimana rata-rata produksi ikan budidaya per hari mencapai 19,6 ton. Marwan yakin potensi perikanan di Kuansing kedepan akan ikut menyumbangkan PAD bagi Kuansing yang signifikan.

Editor : Rinaldi
#kampung patin #dinas perikanan #gunung toar