TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Semua petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing bakal di-outsourcing. Bahkan DLH Kuansing menargetkan, Juli 2025 ini sudah diberlakukan
Kebijakan ini diambil disebabkan aturan penggunaan honorer dan tenaga harian lepas (THL) tidak dibolehkan lagi. Sementara jumlah tenaga petugas kebersihan Kuansing terus mengalami pengurangan.
Bahkan saat ini hanya tinggal 201 orang dari 305 orang. Pengurangan jumlah petugas kebersihan itu akan membuat beban kerja mereka bertambah. Sementara bila dilakukan sistem outsourcing, DLH bisa mengusulkan sesuai kebutuhan.
"Nah, ini yang menjadi alasan kami. Kami bisa mengusulkannya sesuai kebutuhan pada perusahaan yang ikut outsourcing itu," ungkap Kadis DLH Kuansing, Deflides Gusti menjawab Riaupos.co, kemarin.
Sistem outsourcing juga akan berdampak pada upah yang mereka terima. Di mana harus sesuai dengan UMK Kabupaten Kuansing yang ditetapkan.
Saat ini, semua perangkat untuk outsourcing itu tengah disiapkan DLH Kuansing. Dia berharap, mekanisme atau perangkat sistem outsourcing itu bisa mereka rampungkan segera sehingga bisa dimulai.
Pengelolaan kebersihan, mulai membersihan jalan, taman, dan pengangkutan sampah bukanlah mudah. Sebab, dalam satu hari saja, ada sekitar 40 ton sampah yang diangkat petugas setiap hari.
Jumlah itu belum lagi di pasar-pasar kecamatan. Sejauh ini, DLH Kuansing baru mampu mlakukan pengangkutan sampah tambahan pada pasar Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik dan pasar Benai.
Sementara pasar di kecamatan lainnya, belum dilakukan. Dia berharap, di pasar kecamatan lain bisa di mobilisasi pemerintah kecamatan. Sehingga kebersihan kota juga terlihat hingga ke kecamatan. (dac)
Editor : Edwar Yaman