Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Kelapa Turun Rp 3.000, Santan Masih Bertahan, Kopdagrin Kuansing Jajaki Pedagang Kelapa Jambi

Desriandi Candra • Senin, 21 April 2025 | 17:15 WIB
Kabid Pedagang Dinas Kopdagrin Kuansing, Yean Asnudi meninjau pedagang penjual kelapa dan santan di Teluk Kuantan, Senin (21/4/2025).
Kabid Pedagang Dinas Kopdagrin Kuansing, Yean Asnudi meninjau pedagang penjual kelapa dan santan di Teluk Kuantan, Senin (21/4/2025).

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Harga komoditi kelapa di Kuansing berangsur-angsur turun. Hari ini, Senin (21/4/2025), harga satu butir kelapa besar dijual oleh pedagang Rp15.000 turun Rp3.000 dari Ahad (20/4/2025) kemarin.

Sementara harga santan, masih tetap bertahan. Untuk harga santan kelapa murni dari Sumatera Barat (Sumbar) dijual dengan harga Rp 35.000 per kilogram.

Sedangkan harga santan kelapa biasa dijual Rp 25.000 per kilogram. Ini terlihat dari hasil peninjauan yang dilakukan Dinas Kopdagrin Kuansing ke pedagang penjual kelapa dan santan di wilayah Teluk Kuantan.

"Hari ini, kami kembali turun meninjau perkembangan harga kelapa dan santan di pasaran. Untuk harga kelapa sudah turun Rp 3000 per kg sedangkan santan masih bertahan sama dengan hari sebelumnya," ungkap Kabid Perdagangan Dinas Kopdagrin Kuansing, Yean Asnudi usai peninjauan.

Menurut pedagang penjual kelapa dan santan di sekitaran pasar modern Teluk Kuantan, mereka memasok buah kelapa dari Sumbar dalam sekali empat hari, dengan jumlah satu mobil L300. Sebab, jika dipesan terlalu banyak dikhawatirkan akan busuk dan kualitas turun.

Melihat kondisi kelapa yang berkurang masuk ke Kuansing, Yean Asnudi, dia tengah mencoba melakukan penjajakan pada pedagang kelapa asal Provinsi Jambi. Dimana, Jambi termasuk daerah penghasil kelapa yang cukup banyak dan baik.

"Kita akan coba jajaki pada pedagang kelapa di Jambi. Seperti daerah Tanjung Jabung. Apakah mereka mau menjadi penyuplai komoditi perkebunan satu ini ke Kuansing," ujarnya.

Sedangkan dalam langkah panjang, Kopdagrin menyarankan perlunya dilakukan diversifikasi usaha komoditi perkebunan, dengan tanaman buah kelapa.

"Belajar dari kondisi sekarang, sudah seharusnya dilakukan diversifikasi tanaman kelapa, sehingga dalam 10 tahun ke depan, Kuansing bisa memenuhi kebutuhan kelapa sendiri," ujarnya. (dac)

Editor : M. Erizal
#kelapa #kuansing #harga santan mahal