TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Seorang murid kelas 2 SDN di Desa Pangkalan Indarung Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuansing berinisial F diduga menjadi korban bully di sekolahnya.
F yang masih berusia 8 tahun itu dibully delapan orang kakak kelasnya. F tidak saja mengalami bully tetapi korban juga mengalami kekerasan fisik.
Kejadian ini ramai di beberapa WA grup di Kabupaten Kuansing. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing H Herizon SPd SD MM yang dihubungi Riaupos.co belum mendapatkan informasi itu. Dia mengatakan tengah mengikuti kegiatan di luar kota.
"Segera saya minta bagian Dikdas melakukan pengecekan,"ujarnya singkat.
Sementara Plt Sekretaris Disdikpora Kuansing yang juga Kabid Dikdas Disdikpora, Zulmaswan SPd MM mengatakan kalau Disdikpora langsung merespons cepat informasi itu.
" Sesuai arahan Pak Kadis, kami langsung merespons informasi itu," papar Zulmaswan.
Zulmaswan mengatakan dia sudah menghubungi Korwil Pendidikan Kecamatan Singingi agar melakukan pengecekan kebenarannya ke sekolah bersangkutan serta melakukan mediasi bersama pihak terkait dalam persoalan itu.
Dari informasi yang didapat, kejadian itu berlangsung Kamis (24/4/2025) lalu. Namun dirinya belum mendapatkan informasi lengkap soal peristiwa sebenarnya.
"Saya belum mendapat informasi lengkap. Begitu juga dengan Korwil. Makanya, saya minta Korwil langsung turun ke sekolah dan memediasi persoalan itu bersama sekolah dan pihak terkait," kata Zulmaswan.
Memang, menurut informasi sementara, F sampai hari ini tidak masuk sekolah. Dia meminta pihak sekolah ikut memperhatikan perilaku murid-muridnya di sekolah.
"Bila ada perilaku yang terlihat tidak pantas, segera ambil tindakan. Agar itu tidak terjadi berlarut-larut," tegasnya. (dac)
Editor : M. Erizal