TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Pemkab Kuansing terus melakukan roadshow ke Kementerian RI di Jakarta. Dengan membawa usulan program dan anggaran, Pemkab Kuansing berharap pemerintah pusat lewat kementerian terkait mau menggelontorkan anggaran dan programnya di Kabupaten Kuansing.
Kamis (8/5/2025), Wakil Bupati Kuansing H Muklisin yang didampingi Sekretaris Dinas PUPR Kuansing Deswan Antoni, Kabag Umum Setda Marel ST, Sekretaris Dinas Budpar Ahmad Herry, Sekretaris Bappeda Litbang Zainal Abidin dan Sekretaris Dinas Kopdagrin Junaidi mendatangi Kementerian PUPR RI.
Usai ke Kementerian PUPR RI, Wabup H Muklisin kepada Riaupos.co menjelaskan, kedatangannya ke Kementerian PUPR bersama beberapa satker terkait memang untuk menarik anggaran pemerintah pusat untuk menggesa percepatan pembangunan di Kabupaten Kuansing.
Soal infrastruktur jalan, sebagaimana Kabupaten Kuansing menjadi lintasan penghubung beberapa kabupaten di Riau dan Sumatera Barat. Baik ruas jalan berstatus nasional, provinsi maupun kabupaten. Namun kondisi ruas jalan itu, kurang baik. Karenanya, Pemkab Kuansing berharap ini bisa ditangani melalui dana APBN melalui Kementerian PUPR.
Misalnya saja, untuk konektivitas daerah sebagai titik pusat central Pulau Sumatera menuju Pelabuhan Samudra Kuala Enok di Indragiri Hilir dan Pelabuhan Export Dumai, melalui Bidang Bina Marga mengajukan usulan peningkatan Jalan Sako-Tans SKP II, peningkatan Jalan Saik-Koto Kombu, pembangunan Jembatan Sungai Kuning, pembangunan Jembatan Sungai Teso, pembangunan Jembatan Sungai Jake, pembangunan Jembatan Pulau Padang, pembangunan Jembatan Sungai Kukok, dengan total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp285 miliar.
Selain itu Kabupaten Kuansing juga mengusulkan kepada Menteri PUPR untuk pembangunan Jalan Tol Telukkuantan- Dharmasraya Sumatera Barat sekitar 122 kilometer, Teluk Kuantan-Inhu-Pekanbaru sekitar 132 kilometer. Serta pembangunan jalur kereta api Kuansing-Sijunjung-Pekanbaru.
Langkah ini bertujuan untuk koneksivitas antardaerah dan alternatif kendaraan berat dalam mengangkut sumber daya alam batubara. Saat itu, truk-truk itu melintasi ruas jalan nasional dan provinsi di Kabupaten Kuansing. Sehingga tak mampu menahan beban truk yang menyebabkan ruas jalan lebih cepat rusak.
"Kalau nanti dibangun jalur rel kereta api, kan bisa menjadi alternatif," ujar Muklisin.
Kemudian untuk mendukung program swasembada pangan nasional, pengembangan pertanian padi sawah dibutuhkan perbaikan sarana irigasi dan pembangunan tanggul. Saat ini, Kuansing memiliki areal pertanian padi sawah seluas 5.245 hektare. Di mana pertahunnya baru mampu menghasilkan sekitar 16.000 ton padi per tahun dari kebutuhan mencapai 32 ribu ton lebih per tahun.
Kondisi ini disebabkan sarana penunjang seperti irigasi dan tanggul yang sudah rusak dan per;u pembangunan baru. Sehingga dengan pembangunan dan perbaikan fasiltas pertanian itu, Kuansing bisa menjadi daerah yang swasembada pangan. Sebagai wujud dukungan nyata dalam Asta Cita kedua Presiden dan Wakil Presiden RI. Di mana Kuansing mengajukan pembangunan tanggul Sungai Indragiri sepanjang 1.050 meter dan rehabitasi jaringan irigasi permukaan sepanjang 8.500 meter. Dengan total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp165 miliar.
Untuk menunjang pariwisata event pacu jalur yang termasuk dalam 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN), UMKM dan peningkatan ekonomi serta penataan ruang terbuka ibu kota kabupaten melalui Kuansing mengusulkan pembangunan Water Front City dan pembangunan baru atau revitalisasi pasar kecamatan untuk sebelas 11 kecamatan. Dengan dana yang dibutuhkan sekitar lebih kurang Rp205 miliar.
"Jadi usulan anggaran yang kami sampaikan untuk program-program strategis itu ke Kementerian PUPR RI lebih kurang Rp655 miliar," kata Muklisin.
Dia berharap, usulan yang disampaikan bisa diakomodir pemerintah pusat lewat Kementerian PUPR.(dac)
Editor : Edwar Yaman