TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - PEMKAB Kuansing terus melakukan roadshow ke Kementerian RI di Jakarta. Dengan membawa usulan program dan anggaran, Pemkab Kuansing berharap pemerintah pusat lewat Kementerian terkait mau menggelontorkan anggaran dan programnya di Kabupaten Kuansing.
Kamis (8/5), Wakil Bupati Kuansing H Muklisin didampingi Sekretaris Dinas PUPR Kuansing Deswan Antoni, Kabag Umum Setda Marel ST, Sekretaris Dinas Budpar Ahmad Herry, Sekretaris Bappeda Litbang Zainal Abidin dan Sekretaris Dinas Kopdagrin Junaidi mendatangi Kementerian PUPR RI. Total anggaran yang diusulkan sebesar Rp655 miliar untuk program strategis ke Kementerian PUPR RI.
Usai ke Kementerian PUPR RI, Wabup H Muklisin pada Riau Pos menjelaskan, kedatangannya ke Kementerian PUPR bersama beberapa satker terkait memang untuk menarik anggaran pemerintah pusat untuk menggesa percepatan pembangunan di Kabupaten Kuansing.
‘’Jadi usulan anggaran yang kita sampaikan untuk program-program strategis itu ke Kementerian PUPR RI lebih kurang Rp655 miliar,’’ kata Muklisin.
Soal infrastruktur jalan, sebagaimana Kabupaten Kuansing menjadi lintasan penghubung beberapa kabupaten di Riau dan Sumatera Barat. Baik ruas jalan berstatus nasional, provinsi maupun kabupaten. Namun kondisi ruas jalan itu, kurang baik. Karenanya, Pemkab Kuansing berharap ini bisa ditangani melalui dana APBN melalui Kementerian PUPR.
‘’Untuk konektivitas daerah sebagai titik pusat central pulau Sumatera menuju pelabuhan samudra Kuala Enok di Indragiri Hilir dan pelabuhan eksport Dumai, melalui Bidang Bina Marga mengajukan usulan peningkatan Jalan Sako-Trans SKP II, peningkatan Jalan Saik-Koto Kombu, pembangunan Jembatan Sungai Kuning, pembangunan Jembatan Sungai Teso, pembangunan Jembatan Sungai Jake, pembangunan Jembatan Pulau Padang, pembangunan Jembatan Sungai Kukok, dengan total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp285 miliar,’’ ujar Wabup.
Selain itu, pemkab juga mengusulkan pembangunan Jalan Tol Telukkuantan- Dharmasraya Sumatera Barat sekitar 122 kilometer, Telukkuantan-Inhu-Pekanbaru sekitar 132 kilometer. Serta pembangunan jalur kereta api Kuansing-Sijunjung-Pekanbaru.
‘’Langkah ini bertujuan untuk koneksitas antar daerah dan alternatif kendaraan berat dalam mengangkut sumber daya alam batubara. Kalau nanti dibangun jalur rel kereta api, kan bisa menjadi alternatif,’’ ujar Muklisin.(hen)
Editor : Arif Oktafian