TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Jenazah Faradilla Sandi alias Sandi, sopir ekspedisi asal Desa Kampung Medan, Basrah Kecamatan Kuantan Hilir yang ditemukan meninggal dunia di semak bawah jalan Tol Kayu Agung, Kabupaten Ogan Ilir Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/5/2025) kemarin, Senin (13/5/2025) sore dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Desa Kampung Medan.
Jenazah diantar pihak keluarga beserta anak korban, kepala desa dan perangkat desa serta masyarakat Desa Kampung Medan, kampung halamannya.
Rasa duka cita yang mendalam dirasakan keluarga dan masyarakat desa.
"Semua masyarakat desa ikut merasakan duka yang mendalam atas kepergian Sandi," ungkap Kepala Desa Kampung Yunda Apriadi, pada Riaupos.co, usai pemakaman.
Bagi Yunda, Sandi adalah seorang teman yang pernah satu profesi. Sebagai sopir travel Basrah-Pekanbaru dan Pekanbaru-Basrah, Kabupaten Kuansing.
Namun jejak perjalanan berbeda. Yunda maju dalam pemilihan kepala desa dan akhirnya terpilih. Dan Sandi memilih menjadi sopir ekspedisi.
Sebagai teman, kepala desa dan mewakili pihak keluarga, Yunda berharap kasus dugaan pembunuhan terhadap Sandi segera terkuak.
Apa yang menjadi penyebab dan siapa pelakunya. Salah satu kunci kasus ini, terletak pada teman korban yang juga kernet truk DO yang menghilang saat kejadian dan belum ditemukan.
Dia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dari perusahaan ekspedisi tempat bekerja korban.
Yang mengawal perjalanan pemulangan jenazah ke kampung halaman korban dan menanggung semua pembiayaannya.
Bahkan, saat sampai di rumah duka, pihak perusahaan menyerahkan santunan bagi keluarga korban sebesar Rp35 juta.
Uang santunan itu langsung diterima istri bersama dua anak korban dan disaksikan kakak korban Susi Herawati dan abang korban Yurnalis.
"Uang santunan diserahkan langsung oleh Pak Pelos, dari perusahaan ekspedisi tempat bekerja korban. Disaksikan saya, pak Sekdes, Ketua Pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kami atas nama keluarga korban menyampaikan ucapan terimakasih," ujar Yunda.(dac)
Editor : Edwar Yaman