Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pelaku Pembunuhan Sandi yang Mayatnya Ditemukan di Tol Kayu Agung Palembang Ternyata Kernetnya Sendiri, Ditangkap Polisi di Jambi

Desriandi Candra • Kamis, 15 Mei 2025 | 21:50 WIB
DS, kernet truk yang menjadi pelaku pembunuhan Sandi warga Desa Kampung Medan Kecamatan Kuantan Hilir di Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Palembang, Sumsel.
DS, kernet truk yang menjadi pelaku pembunuhan Sandi warga Desa Kampung Medan Kecamatan Kuantan Hilir di Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Palembang, Sumsel.


TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Misteri pelaku pembunuhan Faradilla Sandi alias Sandi, asal Desa Kampung Medan Basrah, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuansing yang ditemukan warga setempat di semak jalan Tol Kayu Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Palembang Provinsi Sumatera Selatan, akhirnya terungkap.

Sandi ternyata dibunuh oleh kernet truknya sendiri berinisial (DS). DS Berhasil dibekuk jajaran Polres OKI, pada Kamis (15/5/2025) pukul 04.00 WIB dinihari.

"Alhamdulillah, pelakunya yang ternyata kernet truknya berhasil ditangkap polisi di Jambi dinihari tadi," papar Kepala Desa Kampung Medan Kecamatan Kuantan Hilir, Yunda Apriadi pada Riaupos.co.

Menurut Yunda yang juga membagikan video konferensi pers Polres OKI, DS memukul korban Sandi sebanyak tiga kali dengan besi sepanjang 40 cm. Yakni dibagian pelipis, kepala bagian belakang dan punggung korban.

Usai kejadian, DS langsung melarikan diri hingga tertangkap di Provinsi Jambi. Dari keterangan polisi, DS melakukan perbuatannya itu karena sakit hati pada korban.

DS yang berasal dari Desa Simandolak Kecamatan Benai Kabupaten Kuansing, merasa sakit hati pada korban yang sering memarahinya sebagai kernet.

Atas perbuatannya, DS diganjar pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Menurut Yunda, keluarga maupun pihak perusahaan curiga pada DS yang menghilang saat kejadian.

Selain itu, dari pengakuan perusahaan padanya dan keluarga, keduanya terlihat tidak cocok saat mengantarkan paket ekspedisi ke Jakarta. Itu diketahui karyawan di kantor cabang Jakarta.

"Dan mereka baru pertama pergi berdua mengirimkan paket ekspedisi," ujar Yunda. (dac)

Editor : M. Erizal
#kernet #kuansing #sandi #tol kayu agung palembang #Pembunuhan Sopir