TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuansing bersama Komisi I DPRD Kuansing, Selasa (20/5) 2025) melakukan kunjungan ke BPBD Riau.
Dalam kunjungan itu, BPBD dan Komisi I DPRD Kuansing banyak berdiskusi soal pencegahan dan penanganan kebencanaan di daerah. Misalnya soal banjir dan kebakaran lahan dan hutan.
Dalam upaya pencegahan dan penanganan kebencanaan itu, BPBD maupun Komisi I DPRD Kuansing meminta dukungan Pemprov Riau lewat BPBD Riau untuk sarana dan prasarana (Sarpras). Dimana Sarpas yang dimiliki Kabupaten Kuansing masih kurang.
"Jadi kita mengusulkan lewat BPBD Riau bantuan Sarpas kebencanaan," kata Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar SSos MSi, Jumat (23/5/2025).
Untuk Kabupaten Kuansing, kebencanaan yang sering melanda, banjir musiman dan kebakaran lahan dan hutan. Dari pertemuan dengan BPBD Riau, usulan bantuan Sarpas ada beberapa item yang di setujui BPBD Riau.
Misalnya bantuan APD Karhutla sebanyak 50 pcs, sepeda motor dua unit, pompa pemadam karhutla lima set, baju kaos BNPB 50 pcs, sabun cuci tangan, pelampung 20 pcs, tandu lima pcs, dan velbed 20 pcs. "Dan kita mengucapkan terimakasih pada BPBD Riau yang sudah menyetujui usulan bantuan maupun Komisi I DPRD Kuansing yang bersama-sama bersinergis untuk pencegahan dan penanggulangan bencana di Kuansing," ujarnya.
Anggota Komisi I DPRD Kuansing, Desta Harianto SSos terpisah mengapresiasi langkah BPBD Kuansing yang melibatkan Komisi I DPRD Kuansing dalam kunjungan kerja ke BPBD Riau dalam pencegahan dan penanganan bencana.
"Kami dari Komisi I siap bersinergi dengan mitra kerja untuk kepentingan orang banyak," kata Desta Harianto.
Dalam pertemuan dengan BPBD Riau, lanjut Desta Harianto, memang banyak saling sinergi provinsi dan daerah dalam penanganannya. Namun Kuansing yang masih kekurangan sarana dan prasarana butuh dukungan dari Pemprov Riau. "Alhamdulillah, usulan yang disampaikan kemaren disetujui BPBD Riau," ujarnya.
Selain soal pencegahan dan penanganan bencana alam banjir, Desta Harianto menilai perlu dilakukan kesiap-siagaan di setiap pelaksanaan ivent pacu jalur. Sebab, ia menilai pacu jalur rawan dengan musibah.
Ke depan, untuk pencegahan dan penanganan kebencanaan ini, perlu disampaikan pada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) secara keseluruhan kerawanan bencana di Kuansing. "Dan kami dari Komisi I DPRD Kuansing siap mendampinginya," ujar Desta Harianto.
Editor : Rinaldi