Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ditemukan Ikan Mati di Sungai Singingi, DLH Kuansing Minta Aktivitas Perusahaan Dihentikan Sementara

Desriandi Candra • Minggu, 25 Mei 2025 | 12:54 WIB
Temuan ikan mati di Sungai Singingi, Sabtu (24/5/2025). Diduga akibat limbah pabrik kelapa sawit yang merembes ke Sungai.
Temuan ikan mati di Sungai Singingi, Sabtu (24/5/2025). Diduga akibat limbah pabrik kelapa sawit yang merembes ke Sungai.

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Desa Logas Kecamatan Singingi, dikejutkan dengan banyaknya temuan ikan mati di Sungai Singingi, Sabtu (24/5/2025) pagi. Diduga ikan-ikan itu mati disebabkan oleh limbah pabrik PKS milik PT Sinergi Inti Makmur (SIM) di Desa Logas Kecamatan Singingi.

Temuan ikan mati di Sungai Singingi itu, langsung direspons cepat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing. DLH Kuansing pun langsung turun melakukan pengambilan sampel air.

"Hari itu juga, begitu mendapat informasi kami menurunkan tim ke lokasi untuk pengambilan sampel. Itu dipimpin Pak Ermi Johan yang bagian pengawasan," kata Kepala DLH Kabupaten Kuansing, Deflides Gusni menjawab Riaupos.co, Ahad (25/5/2025) di Telukkuantan.

Uji sampel di laboratorium, lanjut Deflides, memakan waktu cukup lama, minimal dua minggu baru diketahui hasilnya. Ditanya apa sanksi yang akan diberikan bila terbukti disebabkan oleh limbah pabrik PT SIM, Deflides Gusni menjelaskan, kalau penjatuhan sanksi itu ada tahapannya sesuai yang diatur dalam PP nomor 22 tahun 2021 yang menyangkut berbagai aspek termasuk pengendalian kerusakan lingkungan dan pengelolaan limbah.

Manager PT Sinergi Inti Makmur (SIM) Toni Wijaya yang dikonfirmasi terpisah, mengakui kalau saat ini PKS PT SIM di Desa Logas dihentikan sementara sambil menunggu keputusan dari DLH Kuansing yang mewakili Pemkab Kuansing.

"Iya, sementara aktivitas PKS kami hentikan dulu," ujarnya.

Namun soal tudingan ikan-ikan mati itu disebabkan oleh aktivitas PT SIM yang membuang limbah ke sungai, Toni membantahnya. Dari hasil pengecekan, tidak ada kolam penampungan limbah pabrik yang bocor. Bahkan di Sungai Lantak Payo dan Sungai Lembu Keruh yang dekat dengan pabrik, tidak ada ditemukan ikan yang mati.

 Baca Juga: Lansia Sehat dan Mandiri bersama RS Awal Bros di Hari Lanjut Usia Nasional 2025

"Logikanya, kalau memang oleh limbah pabrik kami, maka ikan lebih dulu mati di Sungai Lantak Payo atau Sungai Lembu Keruh yang berada di dekat pabrik bukan di Sungai Singingi yang lebih jauh jaraknya. Jadi penyebab kami belum tahu, tapi kami ikut anjuran DLH dulu," kata Toni.(dac)

 

Editor : Edwar Yaman
#dlh kuansing #Ditemukan Ikan Mati di Sungai Singingi #deflides gusni