KUANSING (RIAUPOS.CO) - Warga Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Sentajo Raya mengeluhkan kondisi jalan dan jembatan yang rusak. Padahal, ruas jalan ini menjadi urat nadi ekonomi masyarakat.
Kondisi jembatan kayu itu, tidak layak lagi digunakan. Sehingga untuk mendukung akses masyarakat dalam beraktivitas, masyarakat dengan bergotong royong membuat bantalan semen yang disusun di dasar sungai.
Bila musim banjir, jalan yang dirancang dengan bantalan semen itu tidak bisa dilewati.
Ini terlihat dari peninjauan yang dilakukan Camat Sentajo Raya Hevi H Antoni bersama anggota DPRD Kuansing dari PKS Syafril ST dan masyarakat, Rabu (11/6).
‘’Saya mendapatkan laporan masyarakat. Dan in sya Allah jika tidak ada halangan tahun ini kita bangun lewat dana dari pemerintah pusat,’’ kata Syafril yang juga dikenal sebagai ustadz itu.
Syafril berjanji segera berkoordinasi dengan Kementrian PU atau perwakilannya di Riau. ‘’Jika nanti disetujui, maka tahun ini jembatan permanen akan kita bangun untuk membantu kelancaran transportasi warga antar desa,’’ sambung Syafril.
Camat Sentajo Raya, Hevi H Antoni didampingi Lurah Beringin Jaya, Winda Risman serta warga yang ikut meninjau berterima kasih atas gerak cepat anggota DPRD Kuansing, Syafril ST.
Jembatan ini, kata Hevi, menghubungkan Kelurahan Beringin Jaya menuju Desa Muara Langsat. Jembatan terbuat dari kayu seadanya, dan melintasi sungai dengan panjang lebih kurang 8 meter. Masyarakat juga membuat bantalan semen di dasar sungai, untuk akses mobil angkutan buah sawit. Namun jika kondisi air sungai meluap atau banjir, maka mobil tak bisa lewat, dan jembatan pun terancam hanyut.(dac)
Editor : Bayu Saputra