TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Penerapan program Sekolah Rakyat (SR) dari Kemensos RI di Kabupaten Kuansing yang ditargetkan bisa dimulai di tahun ajaran Juli 2025 ini, nampaknya belum bisa dijalankan. Pasalnya, Pemkab Kuansing belum memiliki gedung yang layak dan representatif untuk melaksanakan program Sekolah Rakyat ini.
Semula, program Sekolah Rakyat ini bisa dimulai dengan memanfaatkan gedung atau bangunan yang ada. Yakni, gedung Universitas Islam Kuantan Singingi (Units) dan Balai Diklat. Dua gedung ini sudah ditinjau tim Pemkab Kuansing.
"Keduanya sudah kami tinjau ke lapangan. Namun ada kendala yang membuat gedung itu tidak memungkinkan untuk digunakan untuk Sekolah Rakyat," kata Kepala Bappeda Litbang Kuansing, Jafrinaldi AP MIP, Kamis (12/6/2025) di Telukkuantan.
Baca Juga: Anggota DPRD Perjuangkan Jalan dan Jembatan Rusak ke Pusat
Menurut Jafrinaldi, Gedung Uniks selain terkendala dengan perbaikan bagian gedung, juga belum memiliki sertifikat lahan. Sementara salah satu persyaratan dari Kemensos RI, lahan harus memiliki sertifikat.
Sementara Gedung Balai Diklat Kuansing, juga harus dilakukan rehabilitasi beberapa bagian gedung. Karena hasil pengecekan lokasi, ada beberapa bagian ruangan yang akan digunakan kayu-kayu dan bangunan sudah lapuk. Sehingga harus dilakukan perbaikan.
"Perbaikan itu tidak akan rampung dalam waktu dua bulan ini," ujarnya.
Baca Juga: LPTQ Inhu Matangkan Persiapan Menghadapi MTQ Riau di Bengkalis, Ini Pesan Bupati Ade Agus Hartanto
Melihat kondisi itu, Pemkab Kuansing memilih untuk membangun gedung baru untuk Sekolah Rakyat. Ada dua lokasi yang dirancang disiapkan. Pertama, di kawasan Sport Center Kuansing tepatnya di belakang gedung stadion utama, eks lapangan cabor panahan Porprov Riau lalu.
Kedua, memanfaatkan lahan kebun karet Pemkab Kuansing yang berada di Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah. Lokasi baru ini juga sudah dicek dan diambil potret udaranya dengan menggunakan drone.
"Dua lokasi ini cukup dan layak, yakni minimal 7 hektare dan kemiringan tanah minimal 5 persen. Nah sekarang tinggal menunggu verifikasi dari Kemensos RI," tambah Jafrinaldi.
Baca Juga: Armada Terbatas, LPS Dioptimalkan untuk Mengangkut Sampah di Pekanbaru
Secara teknis, Kuansing sudah siap untuk melaksanakan program Sekolah Rakyat ini. Hanya terkendala ketersediaan gedung. Begitu juga dengan murid, sudah didata. Program Sekolah Rakyat di Kuansing akan fokus untuk pendidikan SMP. Bila usulan lahan disetujui, maka di tahun 2026, program Sekolah Rakyat di Kuansing sudah jalan.(dac)
Editor : Edwar Yaman