TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Pansel seleksi jabatan pimpinan tinggi madya (JPM), Senin (16/6/2025) mengumumkan hasil tiga besar calon Sekda Provinsi Riau.
Dalam pengumuman Pansel No : 85/PANSEL-JPTM/2025 yang ditandatangani Ketua Pansel Prof Dr H Iiyas Husti, MA tertanggal 16 Juni 2025 tiga nama yang dinyatakan lolos, adalah Jafrinaldi, Syahrul Abdi dan Yusfa Hendri.
Ketiganya berhasil lolos setelah melewati rangkaian tahapan seleksi yang ketat. Mulai dari seleksi administrasi, penulisan makalah, uji kompetensi manajerial dan sosio kultur hingga pada wawancara.
Pengumuman itu pun banyak mendapatkan respons positif dan dukungan dari masyarakat Kuansing. Sebab, dari tiga nama yang lolos tiga besar itu, ada putra asal Kabupaten Kuansing. Dia adalah Jafrinaldi AP MIP.
Pria kelahiran Pekanbaru, 29 April 1974 merupakan putra dari pasangan almarhum H Jaafar Shidiq dan Hj Rosnah SM, anak pertama dari empat bersaudara, berhasil lolos tiga besar.
Prestasi ini kebanggaan masyarakat Kuansing, dimana sudah lama putra asal Kabupaten Kuansing tidak menduduki posisi strategis di Pemprov Riau, terutama Sekda Prov.
Jafrinaldi pun merasa bersyukur dengan hasil yang diraihnya itu. Dia mengatakan, semua birokrat yang mengikuti seleksi Sekda Prov Riau, adalah orang-orang yang kompoten dan sudah punya banyak pengalaman di pemerintahan.
Keberhasilan ini, selain upaya maksimal yang dilakukannya juga tidak terlepas dari dukungan dan doa pimpinan serta seluruh masyarakat Kuansing.
"Alhamdulillah. Terimakasih dari saya buat seluruh masyarakat Kuansing yang sudah mendoakan dan mendukung penuh sejak awal," ungkap Jafrinaldi pada Riaupos.co di Teluk Kuantan, Senin (16/6/2025).
Setelah pengumuman tiga besar ini, lanjut Jafrinaldi, mereka akan mengikuti tes kesehatan dan menungu putusan. "Dan saya siap apapun keputusannya," kata Jafrinaldi.
Dalam wawancara sebelumnya, keikutsertaannya dalam seleksi calon Sekda Prov Riau selain untuk jenjang karir juga ingin memberikan kontribusi bagi pembangunan Riau kedepan. "Karena itu, saya mohon doa dan dukungan dari masyarakat Kuansing," kata Jafrinaldi.
Jafrinaldi memulai pendidikan jenjang SD di SD 001 Cintaraja Pekanbaru 1987, SMPN 4 Pekanbaru 1990, SMAN 6 Pekanbaru 1993, STPDN Angkatan 05 tahun 1997. S2 Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Riau (UIR) dan saat ini tengah mengikuti studi Doktoral S3 Administrasi Publik Fisip Unri.
Karir birokrasi atau pegawainya dimulai ketika lulus STPDN tahun 1997. Usai menamatkan pendidikan di STPDN, dia tidak langsung pulang ke kampung halamannya Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang ketika tahun 1997 itu masih bagian wilayah dari Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Sebab, Kuansing belum di mekarkarkan menjadi kabupaten sendiri.
Dia memulai karir pada tahun 1997 sebagai Kamawil Hansip Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhan Batu Provinsi Sumatera Utara.
Kemudian pada tahun 1999, menjabat sebagai Manpol Polisi Kecamatan Merbau Kabupaten Labuhan Batu.
Baru pada tahun 2000, Jafrinaldi memohon izin pulang ke kampungnya untuk mengabdi setelah menjadi sebuah kabupaten sendiri yang baru di mekarkan.
Meski Kuansing baru menjadi kabupaten dengan fasilitas yang terbatas, baginya tidak menjadi persoalan. Sebab, bisa mengabdikan ilmu untuk kampung sendiri merupakan kebahagian tersendiri baginya. Keputusan ini lah yang ternyata membawanya keberhasilan dalam karir birokrasi.
Saat pulang ke Kuansing tahun 2000 itu, dia diangkat sebagai Kasubbag Sandi dan Telekomunikasi Setda Pemkab Kuansing sekaligus sebagai ajudan Bupati pertama Kuansing, Rusjdi S Abrus. Tahun 2001, dia diangkat lagi menjadi Kasubbag Protokoler sekaligus ajudan Bupati H Asrul Jaafar.
Karir Jafrinaldi terus naik. Pada tahun 2003, di angkat sebagai Camat Singingi Hilir, tahun 2006 sebagai Camat Pangean, tahun 2007 sebagai Kabag Umum Setda Kabupaten Kuansing.
Kemudian pada tahun 2011, Jafrinaldi dipercaya menjabat sebagai Kadis Pasar Kebersihan Pertamanan Kuansing. Tahun 2015, Kaban Lingkungan Hidup. Tahun 2018, sebagai Kaban Bapenda dan Plt Kadiskes 2021. Dan tahun 2024, dia di percaya sebagai Kaban Bappeda Litbang Kuansing hingga sekarang. (dac)
Editor : M. Erizal