TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (MKA LAMR) Kabupaten Kuantan Singingi, Datuk Seri Aherson SSos meminta perlunya perhatian serius dari pemerintah pusat terhadap pembiayaan kegiatan pacu jalur yang telah ditetapkan sebagai iven nasional.
Selama ini anggaran penyelenggaraan sepenuhnya masih dibebankan kepada Pemerintah Kabupaten Kuansing.
“Pacu jalur ini sudah menjadi iven nasional, maka jangan hanya statusnya saja yang nasional. Tapi pembiayaannya juga harus ikut nasional. Artinya dibiayai oleh pusat,” ujar Datuk Seri Aherson, Kamis (19/6/2025).
Menurut mantan anggota DPRD Riau ini, gelaran budaya pacu jalur bukan hanya sekadar perlombaan tradisional, melainkan warisan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Kuantan Singingi dan menjadi daya tarik wisata unggulan Provinsi Riau. Iven ini setiap tahunnya menyedot perhatian puluhan ribu pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah, bahkan mancanegara.
Namun, kata Datuk Seri Aherson, ironisnya sampai hari ini seluruh pembiayaan, mulai dari logistik, persiapan, akomodasi hingga penyelenggaraan acara, masih ditanggung sepenuhnya oleh APBD Kabupaten Kuansing dan Provinsi Riau.
Ia berharap, ke depan pemerintah pusat, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dapat mengalokasikan dana khusus untuk mendukung penuh penyelenggaraan pacu jalur. Dengan demikian, kualitas acara bisa ditingkatkan tanpa memberatkan daerah.
Baca Juga: Pengedar Sabu di Batang Gansal Ditangkap Tim Satreskrim Narkoba Polres Inhu, Segini Barang Buktinya
“Kita harap juga ada perhatian serius dari pemerintah pusat terkait iven nasional yang di digelar setiap tahun ini. Jangan hanya titel nasionalnya yang kita emban, beban pembiayaan juga diharapkan bisa ditopang pemerintah pusat,” pintanya.
Ditambahkan Datuk Seri Aherson, LAMR Kuantan Singingi siap mendukung pemerintah daerah memperjuangkan agar iven pacu jalur di Kuantan Singingi benar-benar menjadi iven nasional dan menjadi kalender budaya nasional untuk setiap tahunnya sehingga seluruh panitia dan pembiayaan juga di anggarkan dalam APBN.
Iven nasional pacu jalur ini sudah digelar setiap tahunnya pada bulan Agustus dan selalu menjadi salah satu iven budaya terbesar di Sumatera. Dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat, Datuk Seri Aherson optimis pacu jalur bisa tampil lebih spektakuler dan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat lokal.(dac)
Editor : Edwar Yaman