TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Asisten Deputi (Asep) Even Daerah Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Reza Fahlevi turun ke Kuansing untuk melihat persiapan pacu jalur. Tinjauan ini dilakukan setelah Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM didampingi Kadis Budpar Drs Azhar MM dan Ketua Umum Pacu Jalur Tradisional Kuansing 2025 Werry Ramadhan Putra bertemu langsung Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif RI, Widiyanti Putri Wardhana.
Utusan Kemenparekraf itu, langsung meninjau kawasan Tepian Narosa Teluk Kuantan. Dia didampingi Ketua Umum Pacu Jalur Tradisional Kuansing 2025 Werry Ramadhan Putra serta beberapa staf.
Reza Fahlevi meninjau arena pacu jalur Tepian Narosa, kawasan hutan Pulau Bungin Desa Koto Taluk dan meninjau lapangan Limuno Teluk Kuantan. Dimana tiga lokasi ini menjadi pusat rangkaian kegiatan pembukaan dan pelaksanaan pacu jalur tradisional 2025.
"Tadi usai rapat persiapan bersama, kita turun meninjau tiga titik itu. Lapangan Limuno, Hutan Pulau Bungin dan arena pacu Tepian Narosa sendiri," kata Werry Ramadhan Putra.
Menurut Werry, Lapangan Limuno Teluk Kuantan menjadi lokasi utama pembukaan dan penutupan pacu jalur. Sedangkan Pulau Bungin akan dirancang untuk beberapa kegiatan tradisional lainnya.
Sementara Tepian Narosa Teluk Kuantan, menjadi pusat dari kegiatan tradisi pacu jalur 2025. Saat ini, arena pacu jalur masih dilakukan pengerukan oleh panitia.
Peninjauan itu, juga terkait kedatangan Menparekraf Widiyanti Putri Wardhana ke Kabupaten Kuansing melihat pacu jalur serta beberapa pejabat negara lainnya. "Kemenparekraf terus mendukung promosi pacu jalur," ujar Werry.
Ditanya apakah Kemenparekraf bakal mengucurkan dana khusus pelaksanaan pacu jalur, Werry menyebutkan kalau sejauh ini belum ada informasi kearah itu. Tetapi bukan tidak mungkin kedepan dengan peninjauan kawasan pacu jalur, viralnya pacu jalur, bisa menjadi masukan untuk penganggaran dalam APBN seperti yang diharapkan Bupati H Suhardiman Amby.
Editor : Rinaldi