Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Saat Pisah Sambut Kapolres Baru, Bupati Kuansing Minta PETI Dibersihkan dari Sungai Kuantan Sebelum Pacu Jalur

Desriandi Candra • Minggu, 20 Juli 2025 | 15:15 WIB
Bupati Kuansing H Suhardiman Amby
Bupati Kuansing H Suhardiman Amby

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Dr H Suhardiman Amby MM, rupanya gerah juga melihat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang terjadi di mana-mana di sepanjang Sungai Kuantan.

Apalagi, helat iven pacu jalur tradisional di Tepian Narosa Teluk Kuantan, 20-24 Agustus 2025, semakin dekat.

Pada helat pacu jalur tahun 2025 di Tepian Narosa ini, sejumlah tamu penting negara, seperti menteri negara, duta besar negara sahabat, YouTuber mancanegara dan wisatawan asing lainnya, akan ramai datang ke Kuansing. Pemandangan aktivitas PETI tentunya menjadi pemandangan yang tidak nyaman dilihat.

Karena itu, Bupati H Suhardiman Amby meminta pada Kapolres Kuansing yang baru, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH untuk bisa melakukan penertibannya. Terutama yang melakukan aktivitas di sepanjang sungai Kuantan.

"Saya berharap PETI bisa bersih di sepanjang sungai Kuantan. Minimal, saat penyelenggaraan iven pacu jalur ini Pak Kapolres," ujar H Suhardiman Amby.

Selain itu, di musim panas sekarang, masyarakat juga tidak bisa memanfaatkannya untuk mandi lagi. Padahal banyak sumur warga yang sudah kering tak berair.

Terkait permintaan orang nomor satu di Kuansing itu, Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH yang ditemui Riaupos.co Ahad (20/7/2025) di rumah dinas jabatan mengatakan, dia akan melakukan pendalaman bagaimana upaya penanganan dan pencegahannya di lapangan.

Namun aesuai instruksi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, kata Raden Ricky, persoalan aktivitas PETI yang merusak lingkungan di wilayah Kabupaten Kuansing menjadi perhatian khusus Polres Kuansing dibawah komandonya.

"Persoalan lingkungan ini sudah tentu menjadi perhatian bersama, dengan pemerintahan, masyarakat," ujar Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat.

Ditegaskan Raden Ricky, aktivitas PETI yang terjadi menjadi perhatian khusus jajarannya. Secara bertahap dia akan berupaya bagaimana bisa mengurangi aktivitas PETI di Kabupaten Kuansing secara bertahap, sehingga sungai Kuantan ataupun lingkungan tidak tercemar dan meluas.

Karena itu dia meminta dukungan semua pihak, semua unsur, agar bagaimana lingkungan Kuansing tidak tercemar lebih luas. "Saya terima kasih dan mohon dukungan sebagai warga Kabupaten Kuansing yang baru," ujar mantan Kapolres Anambas Provinsi Kepri itu.

Dari catatan Riaupos.co, aktivitas PETI memang marak terjadi di Kecamatan Kuantan Tengah. Misalnya, ada aktivitas PETI di Dusun Pulau Ombak Desa Sawah, tak jauh dari Mako Polsek Kuantan Tengah. Ada juga di Desa Pulau Aro dan Kari.

Di Hulu Kuantan juga tak jauh dari jembatan Ma'arif Mardjani Lubuk Ambacang yang cukup ramai dan tak tersentuh dalam penertiban PETI. Ada juga di Benai, Pangean, Kuantan Hilir, Inuman sampai Cerenti.

Padahal, aktivitas PETI hanya menguntungkan sekelompok orang tetapi merugikan masyarakat Kuansing secara keseluruhan. (dac)

Editor : M. Erizal
#penertiban peti di kuansing #sungai kuantan #bupati kuansing #kapolres kuansing