TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Pacu jalur tradisional di Tepian Narosa Teluk Kuantan, 20-24 Agustus 2025 sudah usai. Kini tumpukan sampah di mana-mana yang ditinggalkan para penonton dan pengunjung iven pacu jalur tradisional.
Kondisi ini membuat pasukan kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing, harus berjibaku membersihkan sampah-sampah yang berserakan di kawasan Taman Jalur, Tepian Narosa dan ruas-ruas jalan di Kota Teluk Kuantan.
Tidak hanya di pagi hari, tetapi juga dari malam sampai subuh hari. Untuk membantu petugas kebersihan dari DLH, Pemkab Kuansing juga mengerahkan seluruh dinas dan badan serta sejumlah sekolah di Teluk Kuantan untuk ikut membantu membersihkan tumpukan sampah dimana-mana.
"Pagi ini, kita bergotong royong membersihkan sampah di kawasan Tepian Narosa dan ruas-ruas jalan Kota Teluk Kuantan sesuai instruksi pak bupati," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing, Deflides Gusni, pada Riaupos.co, Senin (25/8/2025).
Menurut Deflides, pada pacu jalur tahun 2025 ini, jumlah pengunjung atau penonton membludak. Jauh lebih banyak dari tahun 2024 lalu. Bahkan tahun ini diperkirakan jumlah pengunjung mencapai 2 juta orang selama lima hari.
Bila 2 juta orang itu membawa sampah 0,4 kilogram saja per hari, maka dalam lima hari akan ada sekitar 2000 ton sampah yang ditinggalkan.
Meski begitu, dengan kebersamaan seperti ini ditambah pasukan kebersihan yang dikerahkan semua oleh DLH, Deflides Gusni optimis dalam dua hari Teluk Kuantan sudah bersih kembali.
Menurut Deflides Gusni, selama pacu jalur, pada malam hari, petugas kebersihan dikerahkan mulai pukul 24.00 WIB sampai subuh dengan kekuatan 70 orang petugas kebersihan, enam unit dump truk sampah, tujuh unit Kaisar dan satu unit pick-up.
Kenapa tengah malam diangkat, dijelaskan Deflides Gusni, karena pada tengah malam itu armada sampah bisa lebih leluasa untuk mengambil sampah. Sebab pada siang hari armada sampah terhalang oleh ramainya pengunjung pacu jalur.
Sementara pagi sampai dengan siang hari, 201 orang petugas kebersihan dan tiga unit mobil dump truck. Khusus untuk Desa Seberang Taluk, DLH sudah meminta pada Kadesnya untuk menggerakan warga melaksanakan gotong-royong pembersihan sampah. Dimana tenaga kebersihan DLH fokus pembersihan sampah di Ibu Kota Teluk Kuantan.
"Kami juga menyediakan trusback (kantong sampah) untuk warung/lapak/kajang jalur. Bagi bapak atau ibu yang membutuhkan, silahkan diambil di Posko Pacu Jalur Minim Sampah DLH yang berada di Taman Tugu Air Mancur Taman Jalur," ujarnya.
DLH Kuansing juga mengoperasikan tiga boat untuk penanggulangan sampah di sungai (satu unit RAPP, dua unit DLH). Mendistribusikan 200 unit tong sampah baru untuk pacu jalur tahun ini dan mengimbau semua masyarakat Kuansing untuk peduli sampah.
Editor : Rinaldi