Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bupati Suhardiman Amby Minta Hentikan Aktivitas PETI di Hulu Sungai Kuantan, Bila Tidak, Bagian Hulu Sungai Akan Dibendung

Desriandi Candra • Rabu, 3 September 2025 | 15:38 WIB
Bupati Kuansing H Suhardiman Amby
Bupati Kuansing H Suhardiman Amby

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) -- Permukaan air sungai Kuantan dalam tiga hari ini, berangsur-angsur mulai berubah menjadi kecoklatan. Masyarakat Kuansing yang tadinya sudah gembira menyambut air Sungai Kuantan yang kembali jernih setelah 20 tahun lamanya, ramai-ramai mandi di Sungai Kuantan, kini tak lagi terlihat.

Pasalnya, air Sungai Kuantan mulai berubah warna menjadi keruh kecoklatan. Padahal, aparat kepolisian Polres Kuansing dan jajaran langsung bertindak tegas bila ada ditemukan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang beroperasi di sepanjang Sungai Kuantan.

Kondisi perubahan air Sungai Kuantan yang mulai keruh itu, diduga akibat aktivitas PETI yang kembali terjadi di beberapa titik di Provinsi Sumatera Barat yang aliran sungainya bermuara ke Sungai Kuantan.

Apalagi, di beberapa media sosial ramai menampilkan foto satelit kondisi aliran sungai di Sumatera Barat yang bermuara ke Kabupaten Kuansing itu.

Kondisi itu rupanya sudah diketahui oleh Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM. Karena itu, ia juga meminta Limbago Adat Nagori (LAN) Kabupaten Kuansing untuk berkomunikasi dengan para datuk- datuk penghulu beberapa daerah di Sumatera Barat seperti Kabupaten Sijunjung.

"Saya sudah meminta datuk-datuk dari LAN Kuansing untuk berkomunikasi dengan datuk-datuk di Sumbar seperti di Sijunjung. Sebab, Hulu Sungai Kuantan ini berada di Sumatera Barat. Kalau kita melakukan operasi PETI di sini, sementara di hulu tidak, maka Sungai Kuantan akan tercemar lagi," tegas Suhardiman Amby usai Deklarasi Damai, Rabu (3/9/2025) di Lapangan Limuno Teluk Kuantan.

Suhardiman Amby meminta agar semua aktivitas PETI di hulu Sungai Kuantan dihentikan. Sebab, aktivitas PETI yang terjadi di kawasan Batang Ombilin, Pelangki dan beberapa titik lainnya di Sumatera Barat itu, akan hilir ke Sungai Kuantan. Bahkan sampai ke Kabupaten Inhu dan Inhil. Karena tiga kabupaten di Riau ini satu aliran sungai.

Sungai Kuantan akan kembali tercemar, termasuk oleh mercury yang digunakan. "Kalau ini masih saja berlangsung, kita akan lakukan pembendungan di bagian hulu Sungai Kuantan di Kecamatan Hulu Kuantan. Jangan nanti salahkan kita bila bendungan itu akan berdampak pada desa-desa di Sumatera Barat yang berbatasan dengan Kuansing," tegas Suhardiman Amby.

Sebab, lanjut Suhardiman Amby, ada satu juta jiwa lebih penduduk yang berada di tiga Kabupaten di Riau ini. Kuansing, Inhu dan Inhil yang di aliri Sungai Kuantan-Indargiri dengan hulu sungai yang sama.

Pada operasi penertiban lalu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, kata Bupati Suhardiman Amby, sudah berkomunikasi dengan Kapolda Sumatera Barat untuk bersama-sama menertibkan PETI ini. Namun sekarang sudah beraktivitas lagi.

Itu pun dibenarkan oleh Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat. "Soal penertiban PETI ini, Pak Kapolda Riau sudah berkomunikasi dengan Pak Kapolda Sumbar," ujarnya.

Sementara dia dan jajaran tetap melakukan langkah-langkah imbauan pada masyarakat untuk bersama-sama menghentikan semua aktivitas PETI di Sungai Kuantan secara persuasif. Bila masih tetap ditemukan ada yang beraktivitas di Sungai Kuantan, Polres Kuansing akan melakukan tindakan tegas di lapangan.

"Bagi kami tindakan lapangan dan upaya hukum di lapangan itu, adalah jalan terakhir yang dilakukan. Sekali lagi, ayo hentikan PETI, jaga Sungai Kuantan dari pencemaran dan kerusakan," ujarnya.

Editor : Rinaldi
#sungai kuantan #bupati suhardiman amby #aktivitas peti #bendung sungai #hulu sungai