Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Selama Lima Hari Pacu Jalur di Tepian Narosa, Inilah PAD yang Dihasilkan Dishub Kuansing

Desriandi Candra • Kamis, 4 September 2025 | 12:49 WIB
Plt Kadishub Kuansing, Hendri Wahyudi
Plt Kadishub Kuansing, Hendri Wahyudi

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Momen pacu jalur tradisional tahun 2025 selama lima hari, 20-24 Agustus 2025 lalu juga dimanfaatkan oleh Pemkab Kuansing untuk mengejar pendapatan asli daerah (PAD).

Salah satunya lewat Dinas Perhubungan (Dishub) Kuansing dalam pengelolaan parkir selama pacu jalur di Tepian Narosa Telukkuantan. Selama lima hari pacu jalur berlangsung, Dishub Kuansing mampu menyumbangkan sekitar Rp53 juta.

"Di momen pacu jalur kemarin, kami berhasil menyumbangkan PAD sekitar Rp53 juta. Itu semua dari pengelolaan parkir pacu jalur," kata Kadishub Kuansing Hendri Wahyudi, Kamis (4/9/2025).

Angka PAD itu, kata Hendri Wahyudi, adalah dari pengelolaan parkir kendaraan roda dua dan roda empat selama iven pacu jalur berlangsung di area ruas jalan atau objek pemerintah daerah.

Misalnya, Jalan Diponegoro, Pasar Modern, Pasar Lumpur, dan beberapa titik ruas jalan lainnya milik pemerintah daerah yang diperuntukkan untuk parkir kendaraan.

Di mana besaran tarif parkir kendaraan yang dikenakan Rp5.000 untuk roda dua dan Rp20.000 untuk roda empat.

"Tapi kalau parkir di area milik masyarakat, tidak menjadi kewenangan Dishub Kuansing," ujarnya.

Angka capai PAD pengelolaan parkir kendaraan selama pacu jalur 2025 itu, lanjut Hendri Wahyudi, mengalami peningkatan dibanding tahun 2024 lalu yang mencapai Rp19 juta.

Selain PAD dari pengelolaan parkir kendaraan, Dishub juga menambah pemasukan PAD dari penyewaan lokasi pasar malam selama 10 hari di area terminal Pasar Lumpur sebesar Rp22 juta.

"Untuk yang pasar malam di area Terminal Pasar Lumpur, PAD penyewaan lokasi mencapai Rp22 juta," papar Hendri Wahyudi.(dac)

Editor : Edwar Yaman
#pendapatan asli daerah (PAD) #Telukkuantan #sungai kuantan #Hendri Wahyudi #tepian narosa #pacu jalur #dishub kuansing