TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Pemkab Kuansing menjadikan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai salah satu yang bisa diandalkan dalam menopang anggaran pembangunan ditengah semakin berkurangnya transfer dana pusat ke daerah.
Namun sejauh ini, masih belum bisa berbuat banyak. Pada tahun 2025 ini, Pemkab Kuansing menargetkan PAD Rp240 miliar lebih, naik dari tahun 2024 lalu yang hanya Rp170,6 miliar lebih.
Hingga awal September 2025 ini, target PAD yang baru terealisasi baru mencapai Rp114.466.681.903 atau 40,83 persen. Sementara waktu yang tersisa hanya empat bulan ke depan.
"Memang benar, hingga hari ini realisasi target PAD kita baru di angka Rp114.466.681.903,- miliar atau 40,83 persen," ungkap Kepala Bapenda Kuansing, Dr H Masrul Hakim, Senin (15/9/2025).
Sesuai arahan Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM dalam rapat evaluasi realisasi PAD, dengan waktu yang tersisa empat bulan lagi, meminta pada kepala OPD pengelola atau penghasil PAD, agar mengoptimalkan waktu yang ada. Mendorong untuk menyampaikan realisasi dan strategi pencapaian target termasuk juga inovasi kedepan dalam rangka mencari sumber PAD sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Makanya, pak bupati hari ini mengumpulkan OPD penghasil PAD untuk menjaga optimisme OPD terkait," ujar Masrul Hakim.
Dalam optimalisasi PAD, lanjut Masrul Hakim, memang perlu di optimalkan secara bersama-sama.
Ditanya dengan sisa waktu empat bulan untuk mengejar target PAD Rp 240 miliar lebih itu, Masrul Hakim untuk menjaga optimisme itu, makanya Bupati Kuansing H Suhardiman Amby langsung memimpin rapat evaluasi, memaksimalkan waktu yang ada. (dac)
Editor : M. Erizal