Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Soal Usulan Pacu Jalur Masuk ke UNESCO, Kemenbud Minta Dukungan Negara Cina

Desriandi Candra • Rabu, 17 September 2025 | 13:11 WIB
Kadis Budpar Kuansing, Drs Azhar MM
Kadis Budpar Kuansing, Drs Azhar MM

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Pemkab Kuansing harus bekerja ekstra untuk menggolkan tradisi dan budaya pacu jalur masuk ke UNESCO. Karena tidak mudah untuk mendapatkan pengakuan dari lembaga dunia yang mengurusi soal pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dunia ini.

Agar bisa cepat masuk dan mendapatkan pengakuan dari UNESCO ini, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI, meminta dukungan negara Cina. Pasalnya, Cina lebih dulu berhasil meloloskan Perahu Naga sebagai salah satu budaya yang ada di dunia.

"Kementerian Kebudayaan RI, lewat Pak Prof Ismunandar, Staf Ahli Menteri Kebudayaan, sudah melakukan komunikasi dengan Duta Besar Cina untuk dapat memberikan dukungan kepada Indonesia," ungkap Kadisbudpar Kuansing, Drs Azhar MM menjawab Riaupos.co, Selasa (16/9/2025) kemarin di Gedung DPRD Kuansing.

Azhar menjelaskan, dengan dukungan negara Cina yang sudah berhasil meloloskan perahu naga, tradisi pacu jalur bisa mendapatkan pengakuan lebih cepat. Sebab, perlu ada dukungan dari negara yang memiliki kebudayaan mirip pacu jalur yang sudah diakui. Dan perahu naga adalah budaya negara Cina yang mirip pacu jalur, walau tidak sama.

Sebetulnya, lanjut Azhar, ada tiga pintu masuk untuk mendaftarkan budaya pacu jalur agar tercatat di Unesco. Yakni, pertama melalui jalur mandiri. Kedua melalui jalur multinasional, dan ketiga melalui jalur ekstensi.

Untuk pintu pertama dan kedua, akan memerlukan waktu yang sangat panjang yang bisa lebih dari lima tahun. Ini disebabkan karena adanya keterbatasan kuota di setiap tahun. Dimana Unesco hanya menyediakan kuota biasanya 6-10 budaya yang akan di usulkan.

"Dengan kuota sebanyak itu, tentu akan lama menunggu. Sebab, Unesco menseleksinya dari negara-negara di dunia. Tetapi kalau melalui jalur ekstensi atau dukungan negara tertentu yang sudah berhasil, akan lebih cepat. Dan kita tentu optimis," ujarnya.

Saat ini, Pemkab Kuansing lewat Dinas Budpar terus mengawal "perjuangan" ini lewat Kementerian Kebudayaan RI.

Pengakuan ini juga membuka peluang untuk peningkatan pariwisata budaya, yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.

Keistimewaan budaya yang didaftarkan ke Unesco, tidak hanya berfungsi sebagai pengakuan global, tetapi juga menjaga kelestarian dan identitas budaya tersebut untuk generasi mendatang. Bahwa pacu jalur adalah milik Indonesia yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.(dac)

Editor : Edwar Yaman
#Kemenbud #Pacu Jalur Masuk ke UNESCO #pacu jalur