TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Belum kucurnya transfer dana pusat ke daerah secara keseluruhan, berdampak pada molornya penempatan CPNS Kuansing dan pelantikan PPPK Kuansing 2024.
Dimana dengan kondisi keuangan seperti itu, Pemkab tidak berani melakukan pelantikan sekaligus. Sementara 2.347 orang pegawai yang terdiri dari 171 CPNS, 1.442 PPPK tahap I dan 727 orang PPPK tahap II, sudah menunggu-nunggu.
Karena sejak diangkat menjadi CPNS dan PPPK, mereka yang mayoritas dari tenaga honorer daerah Kuansing, tidak lagi bekerja. Sehingga pelantikan dan penempatan tugas menjadi harapan bagi mereka.
Sebaliknya, dengan kondisi keuangan yang belum masuk, membuat kebijakan penempatan dan pelantikan secara bertahap, menjadi solusi yang akan diambil Pemkab Kuansing.
Ini diungkapkan Kepala BKPP Kuansing, Drs Muradi MSi menjawab Riaupos.co, Senin (6/10/2025) di Teluk Kuantan. Di bulan Oktober 2025 ini, kata Muradi, tetap akan dilakukan pelantikan CPNS dan PPPK. Semula, di Oktober 2025 ini, Pemkab mengeluarkan surat perintah mulai tugas (SPMT) untuk 50 orang CPNS, 500 orang PPPK tahap I dan 250 orang PPPK tahap II.
Tetapi jumlah itu belum final dan kemungkinan akan berubah. Apalagi untuk PPPK tahap II, masih ada 40 orang yang perbaikan berkas. "Kemaren pak bupati mengusulkan, untuk CPNS di tambah 50 orang dan menjadi 100 orang. Dan komposisi yang lain, BKPP masih menunggu usulan kebutuhan mendesak dari masing-masing OPD," ujar Muradi.
Rencananya, BKPP akan mengundang semua kepala OPD untuk meminta usulan mendesak penambahan pegawai dengan kondisi keuangan yang ada sekarang.
"Nanti BPKAD akan memaparkan bagaimana keuangan daerah. Dengan keuangan daerah yang tersedia itu, berapa bisa untuk melantik CPNS dan PPPK ini. Kalau misalnya 800 orang, kita usulkan ke pak Bupati 800 orang untuk di lantik dan dikeluarkan SPMT nya. Sisanya, di bulan November. Yang jelas, pemerintah komit menuntaskannya di 2025 ini," tegas Muradi.
Editor : Rinaldi