Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Enam Mobil Rusak dan Satu Motor Dibakar saat Penertiban PETI di Cerenti, Kapolres Kuansing: Kami Tetap Tindak Tegas Penambang Ilegal

Desriandi Candra • Selasa, 7 Oktober 2025 | 21:24 WIB
Mobil dinas Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat dan bus Polres Kuansing, rusak akibat lemparan batu oleh massa saat operasi penertiban PETI, Selasa (7/10/2025).
Mobil dinas Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat dan bus Polres Kuansing, rusak akibat lemparan batu oleh massa saat operasi penertiban PETI, Selasa (7/10/2025).

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Suasana mencekam mewarnai jalannya penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 13.30 WIB.

Sedikitnya enam unit mobil mengalami kerusakan dan satu unit sepeda motor milik seorang wartawan lokal Ayub Kelana, dibakar oleh sekelompok warga yang diduga kuat dipengaruhi para pelaku PETI.

Ayub pun tak lepas dari sasaran. Muka bagian kanannya luka akibat dihajar massa dengan pukulan dan hantaman kayu yang membuatnya mengalami luka.

Dalam insiden tersebut, mobil dinas Kapolres Kuantan Singingi AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH ikut menjadi sasaran amukan massa. Selain itu, mobil Kabag Ops Kompol Teguh Wiyono, mobil Sat Lantas Polres Kuansing, satu bus Polres Kuansing, dan satu unit sepeda motor turut dibakar oleh kelompok yang menolak penertiban.

Petugas yang tengah berjaga di sekitar lokasi segera mengamankan diri ke Mapolsek Cerenti untuk menghindari korban jiwa. Beruntung, mobil dinas Bupati Kuantan Singingi H Suhardiman Amby, yang turut berada di lokasi berhasil diselamatkan dari amukan warga.

Sebelum kejadian, rombongan Bupati, Kapolres, dan tim gabungan telah memarkir kendaraan mereka di Pasar Cerenti sebelum menyusuri Sungai Kuantan menuju Desa Pulau Bayur untuk melakukan penertiban serta pemusnahan puluhan rakit PETI.

Saat perusakan terjadi, rombongan sedang berada di sungai memimpin langsung proses pemusnahan alat tambang ilegal tersebut.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH menjelaskan, kegiatan penertiban dilakukan karena aktivitas PETI di wilayah Kecamatan Cerenti, khususnya di Desa Pulau Bayur, masih terus berlangsung dan telah meresahkan masyarakat serta merusak lingkungan.

"Penertiban ini kami lakukan karena aktivitas PETI masih marak di sepanjang aliran Sungai Kuantan, meskipun sudah sering diingatkan. Banyak warga yang justru mendukung kegiatan penertiban ini karena dampaknya sudah sangat merusak lingkungan," ujar Raden Ricky Pratidiningrat.

Namun, terdapat sebagian pihak yang memprovokasi masyarakat untuk menolak penertiban dan menimbulkan kericuhan.

"Para pemilik PETI ini mencoba menghasut warga agar menentang petugas. Akibatnya terjadi aksi anarkis yang merusak kendaraan milik petugas dan pemerintah," jelasnya.

 

Raden Ricky menegaskan tidak akan mundur dalam menindak aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah hukum Polres Kuantan Singingi.

Menurutnya, kegiatan tersebut selain melanggar hukum juga berdampak buruk terhadap ekosistem dan kualitas air sungai.

"Kami tetap berkomitmen untuk menertibkan seluruh aktivitas PETI di Kuansing. Penegakan hukum akan terus dilakukan meski mendapat perlawanan. Ini juga bentuk komitmen Polri untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat," tegas Kapolres.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Bupati Kuantan Singingi H Suhardiman Amby, yang turut hadir langsung di lapangan membantu proses penertiban.

"Bupati Kuansing bahkan turun langsung ke lapangan untuk membantu membongkar rakit-rakit PETI sebelum dimusnahkan. Hal ini menunjukkan sinergitas yang kuat antara Pemkab dan Polri dalam memberantas penambangan ilegal," ujar Kapolres.

Meski ada insiden, kata Raden Ricky, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Setelah kejadian, situasi berangsur kondusif berkat kesigapan aparat gabungan dalam melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan saat ini situasi sudah berangsur kondusif. Kami tetap siaga untuk mencegah kejadian serupa," ujarnya.

Editor : Rinaldi
#peti kuansing #penertiban peti di kuansing #Penertiban peti ricuh #Peti di cerenti #Mobil kapolres kuansing pecah #Mobil kapolres kuansing dilempar batu #mobil polisi dirusak #kapolres kuansing #mobil kapolres dilempari batu