TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Tokoh masyarakat Kuansing yang juga dosen Universitas Islam Riau (UIR), Dr Ir Mardianto Manan MT didaulat menjadi narasumber dalam kuliah umum mahasiswa/mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks), Senin (13/10/2025) lalu.
Di hadapan Rektor Uniks Dr Ikrima Mailani SPdI MPDI, Wakil Rektor I Bustanul, Dekan Fakultas Teknik Agus Candra serta seluruh dosen Fakultas Teknik, serta ratusan mahasiswa/mahasiswi Fakultas Teknik Uniks tahun ajaran baru, mengajak menjadi generasi teknik yang menginspirasi.
Untuk menjadi generasi teknik yang menginspirasi, harus berdaya, berkarya, dan bermakna. Pentingnya ketiga aspek ini dalam kehidupan mahasiswa dan masa depan mereka.
"Untuk bisa menjadi mahasiswa teknik atau generasi teknik yang menginspirasi, harus berdaya, berkarya, dan bermakna," kata Dr Ir Mardianto Manan MT kepada Riaupos.co, Rabu (15/10/2025).
Mardianto Manan mengatakan, hubungan antara ketiganya dalam membentuk pribadi yang utuh dan berkontribusi positif, berdaya, menemukan dan mengoptimalkan potensi diri.
Kemampuan mengenali dan mengembangkan potensi diri untuk menghadapi tantangan. Kunci pemberdayaan, kesadaran diri, motivasi internal, dan pengelolaan sumber daya pribadi.
Caranya, aktif dalam organisasi, mengasah kemampuan, memanfaatkan kesempatan belajar. Contoh tokoh atau cerita inspiratif yang menunjukkan makna berdaya. Berkarya, menghasilkan kontribusi nyata. Makna berkarya sebagai wujud ekspresi dan aplikasi kemampuan. Misalnya, di bidang akademis, sosial, kreativitas seni, teknologi, dan kewirausahaan
Proses berkarya, harus ada ide, perencanaan, eksekusi, evaluasi. Dampak karya bagi diri sendiri, komunitas, dan lingkungan sekitar. Bermakna, maksudnya adalah memberi nilai pada setiap langkah hidup. Menjadikan setiap tindakan dan karya memiliki nilai yang turut memperkaya kehidupan
Caranya, refleksi diri, aktif berkontribusi pada tujuan yang lebih besar. Contoh pengalaman hidup bermakna yang dapat dijadikan inspirasi mahasiswa.
Integrasi berdaya, berkarya, dan bermakna dalam kehidupan mahasiswa, harus memiliki prinsip konsistensi, kolaborasi, dan inovasi. Tips membangun mindset berdaya, jiwa berkarya, dan pencarian makna dalam keseharian, menurutnya, bisa melalui peran kampus dan dosen dalam mendukung mahasiswa mencapai ketiganya.
"Setiap mahasiswa memiliki potensi berdaya, kesempatan berkarya, serta peluang menciptakan kehidupan yang bermakna. Mulai saat ini, berdayalah, berkaryalah, dan carilah makna dalam setiap langkah perjalanan sebagai generasi bangsa dan Kuantan Singingi," ujarnya.(dac)
Editor : Edwar Yaman