TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Titik panas (hotspot) di Kabupaten Kuansing, Sabtu (1/11/2025) sempat terpantau 15 titik.
15 titik hotspot ini terpantau di Desa Sungai Paku Kecamatan Singingi Hilir sembilan titik, Kuantan Tengah dua titik, Hulu Kuantan dua titik, Kuantan Mudik satu titik dan Benai satu titik.
Sementara, Senin (3/11/2025) ini, titik hotspot yang terpantau hanya satu titik di Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik. "Yang 15 titik kemarin itu terjadi pada Sabtu 1 November 2025. Sekarang, tinggal satu titik di Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik,"kata Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar, Senin (3/11/2025).
Yulizar menyebutkan, titik panas yang terpantau diduga disebabkan oleh pembukaan lahan perkebunan dengan cara di bakar. "Dugaan kami seperti itu. Bukak lahan baru untuk perkebunan dengan cara di bakar. Sementara cuaca ekstrem," ujarnya.
Di pengamatan BPBD Kuansing, pada hari Sabtu dan Minggu, sering ditemukan titik hotspot dengan penyebaran wilayah kecamatan yang sama. Sehingga tim menyimpulkan kalau sengaja dilakukan saat hari libur untuk pembukaan lahan baru.
Untuk menekan angka hotspot itu, dia menghimbau agar masyarakat tidak membuka lahan baru dengan cara dibakar. Mengaktif tim relawan bencana yang ada di desa dan kecamatan termasuk sarana dan prasarana penanganan karhutla awal bila ditemukan.
"Dan kita segera mengirimkan surat untuk kecamatan dan desa, waspada bencana, mengaktifkan tim relawan dan menghimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar," kata Yulizar.
Hingga saat ini, Pemkab Kuansing belum mencabut status siaga bencana karhutla yang seharusnya sudah berakhir per 31 Oktober 2025 kemaren. Ini mengingat cuaca yang terus berubah-ubah.
"Seharusnya kan status siaga bencana karhutla sudah kita cabut, mengingat di bulan Oktober ini curah hujan dalam kondisi sedang. Tapi melihat kondisi sekarang, belum kita cabut," ujarnya. (dac)
Editor : M. Erizal