KUANTANSINGINGI (RIAUPOS.CO) - DALAM dua bulan terakhir, banyak ternak milik petani seperti kerbau dan sapi mati. Ternak-ternak ini, hasil pengecekan kesehatan, ternyata mati akibat terserang penyakit ngorok
Penyakit ngorok (Ecthyma Contagiosum), merupakan penyakit menular yang menyerang hewan ternak yang menyebabkan ternak mengalami keropeng atau lepuhan di sekitar mulut, bibir, kelopak mata dan lainnya.
Selain itu, ternak yang terserang penyakit ngorok, di bagian leher atau tenggorokan terdengar ngorok. Dalam beberapa hari terakhir, kasus ini ditemukan pada ternak kerbau dan sapi milik masyarakat Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah di area penggembalaan Sungai Kukok-Duta.
’’Memang, kalau akhir-akhir ini ditemukan di area Kukok-Duta. Ternak sapi dan kerbau milik petani mati,’’ kata Kadisbunak Kuansing Andriyama Putra melalui Kabid Kesehatan Hewan, drh Asrul, Rabu (5/11).
Makanya, Disbunak Kuansing menganjurkan, sebagai upaya pencegahan dan menekan makin banyaknya ternak milik masyarakat yang mati, dilakukan vaksinasi ternak.
‘’Dan kami sudah meminta agar kelompok tani mengumpulkan ternak-ternak mereka untuk dilakukan vaksinasi,’’ ujar Asrul.
Selain melakukan vaksinasi terhadap ternak milik petani, Asrul menyarankan untuk menjaga kebersihan kandang dan lingkungan.
Penyakit ngorok pada ternak, merupakan penyakit siklus tahunan. Tetapi tahun ini, jumlah ternak yang mati cukup tinggi dibanding tahun lalu. Hanya saja, berapa jumlahnya belum bisa dirincikan Disbunak.
Sebelum di daerah Kopah Kecamatan Kuantan Tengah, bulan lalu, penyakit ngorok ditemukan juga di daerah Singingi Hilir yang dilakukan melakukan vaksinasi. Untuk vaksin yang saat tersedia saat ini, diakui Asrul terbatas. Hanya tersedia 500 vaksin. Makanya, vaksinasi dilakukan ke ternak milik kelompok tani yang sudah siap di datangi petugas.(hen)
Laporan DESRIANDI CANDRA, Telukkuantan
Editor : Arif Oktafian