Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kalaksa BPBD: Jangan Ada Aktivitas Membakar Apapun, Dua Hari, Terpantau Empat Titik Panas

Desriandi Candra • Senin, 10 November 2025 | 12:34 WIB
Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar
Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Titik panas (hotspot) kembali terpantau di wilayah Kabupaten Kuansing dalam dua hari ini, Sabtu (8/11/2025) dan Ahad (9/11/2025). Satelit SNPP dan NOAA20 dari aplikasi Lancang Kuning, melihat masing-masing terpantau dua titik per satu harinya.

Pada Sabtu (8/11/2025), titik hotspot terpantau di Desa Aur Duri Kecamatan Kuantan Mudik dan Desa Sungai Paku Kecamatan Singingi Hilir.

Lalu pada Ahad (9/11/2025), titik hotspot kembali terpantau dua titik, yakni di Desa Seberang Cengar Kecamatan Kuantan Mudik. "Kondisinya sekarang sudah padam. Sedangkan per hari ini, belum ada terpantau titik hotspot di Kabupaten Kuansing," ungkap Kalaksa BPBD Kabupaten Kuansing, H Yulizar, Senin (10/11/2025).

Rata-rata hotspot yang muncul itu, diakibatkan lahan yang terbakar sekitar satu hektare. Yulizar menegaskan, di tengah musim panas dengan suhu ekstrim saat ini, meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas membakar apapun.

Baik dalam upaya membersihkan lahan perkebunan, apalagi membuka lahan baru dengan cara di bakar. Sebab, tindakan itu bisa menimbulkan terjadinya kebakaran.

"Temuan kita kebanyakan, masyarakat kita dalam beraktivitas di kebun saat libur Sabtu dan Minggu, sering membakar-bakar tumpukan sampah kayu-kayu dan lainnya. Tetapi mendadak menjadi besar dan tidak lagi terkontrol. Ada juga disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang di antara semak yang sudah kering tanpa memastikan bara puntung rokok sudah mati. Akibatnya, terjadi kebakaran," ungkap Yulizar.

Yulizar kembali mengingatkan, satuan relawan bencana di kecamatan dan desa, diminta untuk aktif dan melakukan pantauan. Melaporkan segera ke BPBD dan tim kabupaten bila ditemukan titik api.

Selain itu, dalam waktu satu atau dua hari kedepan, ia akan menyampaikan surat imbauan bupati Kuansing untuk seluruh kecamatan dan desa, bersama-sama melakukan upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing.

Memang, dari prakiraan cuaca oleh BMKG, seharusnya di bulan November 2025 intensitas hujan tinggi. Tetapi sekarang, hingga memasuki minggu kedua, justru kemarau masih berlangsung.

Yulizar mengaku tidak tau apa yang menjadi penyebab. Apakah disebabkan oleh Elnino atau tekanan rendah laut Cina Selatan. Namun yang jelas, di tengah cuaca ekstrim sekarang ini masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas membakar apapun juga.

Editor : Rinaldi
#lahan terbakar #titik panas #kalaksa bpbd #suhu ekstrem