TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Kota Teluk Kuantan adalah kota kecil yang menjadi pusat ibu kota Kabupaten Kuansing.
Kota Teluk Kuantan, dulu pernah dua kali meraih Piala Adipura, simbol kota terbersih di tanah air. Prestasi itu disematkan oleh Kementerian Lingkungan (KLH) RI pada tahun 2017 dan 2023.
Prestasi itu sebagai penghargaan pemerintah pusat dari hasil kerja keras Pemkab Kuansing, menjaga lingkungan dan kebersihan dari tumpukan sampah.
Sebagai bentuk rasa bangga dan penyemangat agar Kota Teluk Kuantan tetap menjadi kota yang bersih, asri dan nyaman, Pemkab Kuansing membangun Tugu Adipura. Persis di persimpangan jalur dua SMKN 1 Teluk Kuantan-Desa Sawah.
Orang-orang yang datang ke Teluk Kuantan, tentu akan melihat, bawa kota yang menjadi pusat tradisi pacu jalur itu, pernah meraih Piala Adipura. Namun di tahun 2024 dan 2025, tak ada kabar dan torehan prestasi itu.
Kini, Pemkab Kuansing lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bertekat ingin kembali mengejar dan mengulang kembali prestasi Adipura itu. DLH pun siap "berperang" melawan sampah-sampah yang bertumpuk setiap hari dengan mengerahkan semua armada dan tenaga kebersihan yang ada.
"Kita memang bertekad untuk kembali meraih prestasi itu. Dan kita siap harus berjibaku dengan sampah dan kota Teluk Kuantan dan sekitarnya," papar Plt Kelapa DLH Kuansing, Delis Martoni, Sabtu (15/11/2025) pada Riaupos.co.
Delis Martoni mengatakan, saat ini tim kebersihan DLH Kuansing memiliki enam unit dum truk, satu unit L300 dan tujuh unit motor Kaisar dengan 201 orang personel tenaga harian lepas (THL).
Dengan jumlah personel dan armada angkutan yang ada sebanyak itu, mereka setiap hari berkeliling mengangkut sampah-sampah di kota Teluk Kuantan sekitarnya. Mulai dari pusat ibu kota Teluk Kuantan hingga ke Desa Beringin untuk wilayah hilir Teluk Kuantan, lalu dari Teluk Kuantan hingga ke Jao arah hulu Kota Teluk Kuantan, dan dari kota Teluk Kuantan hingga jalan lurus Tugu Cerano.
Setiap hari, tim armada pengangkutan sampah itu berkeliling. Ada yang sif pagi, siang dan sore. Ada sekitar 15 ton sampah yang mereka angkutan setiap hari. Setiap satu tim terdiri dari tiga orang tenaga pengangkutan dan satu sopir. Sampah-sampah itu, dibawa ke TPA yang ada di ruas jalan lingkar simpang empat rumah dinas-simpang Sentajo Raya.
Sebagian, sampah-sampah dipilih oleh petugas kebersihan untuk di manfaat oleh bank sampah binaan DLH Kuansing.
Lalu ada juga yang bertugas untuk melakukan perawatan taman, agar tetap bersih dan terjaga. Melihat volume sampah yang dihasilkan cukup besar, kata Delis Martoni, ia menambah satu tim untuk bekerja dua sift pengangkutan. Sehingga semua sampah-sampah yang ada bisa terangkut.
Meski belum diumumkan kapan dilakukannya penilaian Adipura, tim DLH Kuansing tetap melakukan penataan item yang menjadi indikator penilaian. Seperti tingkat kerbersihan kota yang dinilai, lalu keberadaan TPA maupun bank sampah dan hutan kota.
Untuk mendorong semangat petugas kebersihan, lanjut Delis Martoni, DLH juga mengusulkan penambahan honor bagi THL kebersihan yang ada di DLH Kuansing. Dari besaran Rp1.050.000 per bulan menjadi Rp1, 2 juta per bulan dalam usulan APBD 2026.
Meski DLH dan semua tim kebersihan sudah berjibaku membersihkan sampah, pagi, siang dan sore, ia menapik tidak akan maksimal bila tidak ada kesadaran masyarakat terutama yang ada di Teluk Kuantan sekitarnya untuk peduli dengan sampah-sampah.
Pasalnya, tim DLH Kuansing, masih menemukan tumpukan sampah-sampah liar yang dibuang. Misalnya saja, tak jauh dari Alkal, kawasan Tobek Panjang Desa Koto Taluk dan beberapa titik lainnya. "Tumpukan sampah liat ini, tetap kami angkut setiap hari. Dan tetap pula masih ada di temukan tumpukan sampah itu di pinggiran jalan," ujarnya.
Padahal, DLH sudah menyiapkan tong-tong sampah di area publik. Bahkan menyiapkan tong sampah hingga ke area pemukiman penduduk. "Kita tidak akan berhasil meraih Adipura, kalau kita tidak saling peduli. Makanya, kami menghimbau agar buanglah sampah pada tempatnya," papar Delis Martoni.
Ia berharap, pada kecamatan maupun lurah yang ada di Kecamatan Kuantan Tengah, untuk selalu membantu memberikan kesadaran pada warganya, bahwa buanglah sampah pada tempatnya dan jagalah kebersihan. Dengan keterlibatan semua komponen ini, Delis optimis kalau kota Teluk Kuantan bisa kembali meraih Adipura.
Camat Kuantan Tengah, Eka Putra pun siap mendukung program Pemkab lewat DLH Kuansing untuk menjaga kebersihan, dan membuang sampah pada tempatnya. Ia berjanji akan menyampaikan himbauan itu pada masyarakat Kuantan Tengah, khususnya yang ada di sekitar Teluk Kuantan. "Kalau kota Teluk Kuantan bisa meraih Adipura, tentu ini akan menjadi kebanggaan Kecamatan Kuantan Tengah juga. Sebab, Teluk Kuantan bagian wilayah Kecamatan Kuantan Tengah," ujarnya. (dac)
Editor : M. Erizal