TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran hutan dan lahan akhir-akhir ini sering terjadi di wilayah Kabupaten Kuansing. Mayoritas, kebakaran disebabkan oleh kelalaian manusia.
Misalnya saja disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan, melakukan aktivitas pembersihan lahan dan tidak memastikan api padam keseluruhan setelah beraktivitas di kebun atau lahan.
Hingga 18 November 2025, Satpol PP Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Satpol PP-PKP) Kabupaten Kuansing mencatat, sudah 25,5 hektare lahan terbakar akibat kelalaian manusia.
Kerugian yang dicapai akibat peristiwa itu sebesar Rp429 Juta. Ini diungkapkan oleh Kasat Pol PP-PKP Kuansing, Riokasyterwandra, Rabu (19/11/2025) di Teluk Kuantan.
"Mulai dari Februari hingga 18 November 2025, ada 25,5 hektare lahan yang terbakar, dengan kerugian ditaksir Rp429 juta. Mayoritas disebabkan oleh faktor kelalaian manusia," ujar Rio.
Rio menjelaskan, di Januari 2025 tidak ada musibah kebakaran lahan yang terjadi. Peristiwa kebakaran lahan baru muncul di bulan Februari satu kasus. Lalu di Mei 2025 sebanyak tiga kasus. Juni 2025 sebanyak dua kasus, Juli sebanyak lima kasus, Agustus enam kasus, Oktober lima kasus dan November 2025 sebanyak 10 kasus.
Dimana di bulan November 2025 ini, dalam satu hari terjadi tiga kasus maupun dua kasus kebakaran lahan. Meski dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, namun peristiwa kebakaran lahan ini juga tertangkap oleh satelit kalau di Kuansing ada titik api.
Selain itu, menandai kalau kesadaran masyarakat masih kurang akan bahaya kebakaran yang ditimbulkan akibat kelalaian manusia.
Kasus-kasus kebakaran itu tersebar di Kecamatan Kuantan Hilir, Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Gunung Toar, Pangean, Inuman, Kuantan Hilir Seberang, Sentajo Raya, Benai dan Cerenti.
Menindaklanjuti peristiwa kebakaran lahan yang sering muncul, Satpol PP-PKP Kuansing melayangkan surat imbauan bupati tentang antisipasi kebakaran lahan. Dimana potensi itu masih berpeluang terjadi di tengah perubahan cuaca saat ini.
Imbauan ini disampaikan pada pemerintah kecamatan agar menyampaikan seluruh desa dan kelurahan yang ada, untuk berhati-hati, dan tidak beraktivitas membakar dalam bentuk apapun di lahan mereka. "Mudah-mudahan ini bisa sebagai tindakan pencegahan," ujarnya.
Editor : Rinaldi