TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Bukit Rimbang Baling Kecamatan Singingi Hilir dan Bukit Betabuh di Kecamatan Kuantan Mudik, benteng terakhir untuk kelestarian alam Kuantan Singingi.
Karena itu, perlu pengawasan lebih ketat serta upaya lebih kongkret agar kedua kawasan hutan itu tidak punah dan di jarah. "Saya sengaja mengundang dan siap bersinergi dengan BKSDA Riau, untuk penyelamatan kawasan hutan tersebut. Karena memang penanganannya tidak ada lagi kewenangan daerah," ungkap Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM didampingi Asisten III, Drs Azhar dan Staf Ahli Bupati, Delis Martoni usai menerima kunjungan rombongan BKSDA Riau, Kamis (4/12/2025).
Untuk mendukung langkah BKSDA Riau dalam penyelamatan kawasan hutan tersebut, segala upaya akan dilakukan Pemkab Kuansing. Langkah ini juga untuk menghindari terjadinya bencana alam, akibat kerusakan hutan dan lingkungan serta ekosistem alam yang ada.
Sementara Kabid BKSDA Wilayah I, Sanggara Yhuda yang hadir bersama sejumlah pejabat BKSDA Riau, berterimakasih atas atensi Bupati Kuantan Singingi H Suhardiman Amby.
Dimana Bupati Kuansing H Suhardiman Amby dikenal sangat konsen terhadap pengendalian lingkungan. Ini telah terbukti saat pacu jalur lalu, dengan menggandeng penuh aparat kepolisian, TNI dan ninik mamak, hingga air Sungai Kuantan bisa jernih.
Karena itu, BKSDA Riau butuh dukungan penuh pemerintah daerah, untuk menyelematkan kawasan hutan terutama Bukit Rimbang Baling, serta Bukit Betabuh.
Kawasan Bukit Betabuh Kecamatan Kuantan Mudik, memang sudah banyak terjadi perambahan hutan. Makanya, ketika kunjungan Menhut Raja Juli Antoni pekan lalu di Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah, ia dan jajarannya berjanji akan menindaklanjutinya dan melakukan pemantauan kawasan hutan lindung Bukit Betabuh.
Editor : Rinaldi