TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Waspada! Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kuansing menghimbau agar masyarakat Kabupaten Kuansing waspada dengan bahaya demam berdarah. Apalagi pada perubahan cuaca, panas ke musim penghujan.
Imbauan Dinkes itu bukan tanpa alasan. Sebab, Dinkes Kuansing mencatat ada peningkatan kasus DBD dari Januari sampai 15 Desember 2025 dari tahun 2024 lalu.
Di tahun 2024 lalu, ada 180 kasus DBD. Sementara Januari sampai 15 Desember 2025, ada 242 kasus.
Meski belum ditemukan korban meninggal dunia akibat serangan murni DBD, Diskes Kuansing tetap mengingatkan agar waspada dan selalu melakukan gerakan 3M (menguras, menutup dan menimbun) tempat-tempat penampungan air yang tidak digunakan.
Himbauan ini disampaikan Kadis Kesehatan Aswandi SKM melalui Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P), Helma Muliani SFarm Apt, Senin (15/12/2025).
Helma Muliani menjelaskan, 242 kasus DBD itu, paling banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Jambi dengan 49 kasus, Puskesmas Muara Lembu 34 kasus, Puskesmas Gunung Toar 34 kasus.
Puskesmas Kari 15 kasus, Puskesmas Teluk Kuantan 14 kasus, Puskesmas Beringin Jaya 14 kasus, Puskesmas Sentajo Raya 13 kasus, Puskesmas Lubuk Ambacang 12 kasus, Puskesmas Sungai Buluh sembilan kasus.
Kemudian Puskesmas Lubuk Ramo delapan kasus, Puskesmas Sungai Sirih enam kasus, Puskesmas Sentajo enam kasus, Puskesmas Perhentian Luas lima kasus, Puskesmas Benai lima kasus.
Puskesmas Sungai Keranji empat kasus, Puskesmas Sukaraja dua kasus, Puskesmas Koto Baru dua kasus, Puskesmas Kopah dua kasus, Puskesmas Inuman dua kasus, Puskesmas Cerenti dua kasus, Puskesmas Bumi Mulya dua kasus dan Puskesmas Baserah satu kasus.
"Jadi dengan peningkatan kasus, sudah seharusnya kita waspada dan lakukan 3M," ujar Helma Muliani.
Meski ada peningkatan jumlah kasus, Helma menegaskan, sejauh ini tidak ada daerah yang diterapkan KLB DBD. Dimana kasus-kasus yang muncul itu, cepat diatasi petugas di lapangan sehingga tidak menimbulkan korban.
Penetapan status kejadian luar biasa (KLB) DBD, bila menimbulkan korban jiwa akibat serangan DBD. Berbeda dengan meninggalnya salah seorang warga Desa Logas Kecamatan Singingi, Ahad (14/12/2025) di RSUD Teluk Kuantan yang bernama Yulita (52).
Ketika dirawat di RSUD Teluk Kuantan, pasien memang ada mengalami demam dan panas yang berlangsung tiga hari seperti gejala DBD.
Tetapi hasil diagnosa laboratorium RSUD menyebutkan, kalau pasien mengalami beberapa penyakit akut yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Dan menyebabkan pasien akhirnya meninggal dunia.
"Jadi bukan disebabkan murni DBD, tapi ada penyakit akut lainnya yang memberatkan pasien. Makanya ini tidak bisa kita sebutkan oleh DBD," ujarnya.
Dinkes menyarankan pada masyarakat, bila ada keluarga yang mengalami demam, panas tinggi tidak sembuh-sembuh selama tiga hari, agar segera membawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk segera ditangani. Sehingga tim tenaga kesehatan bisa melakukan penanganan cepat penyakit yang diderita. (dac)
Editor : M. Erizal