TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Perayaan Natal 2025 tinggal empat hari kedepan. Dan pergantian tahun 2025 ke tahun baru 2026, tinggal 10 hari ke depan.
Di dua momen ini, biasanya setiap tahun diiringi dengan kebaikan harga sejumlah bahan pokok. Sehingga dibutuhkan operasi pasar atau bahkan intervensi pemerintah.
Menyikap dua momen itu, Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Kopdagrin Kuansing belum berani mengambil langkah. Kopdagrin masih menunggu petunjuk dan instruksi pemerintah pusat lewat Kementerian Perdagangan RI.
"Kami masih menunggu petunjuk dan instruksi Kementerian Perdagangan soal langkah yang akan diambil menghadapi Nataru ini," ungkap Kadis Kopdagrin Kuansing, Drs Masnur MM, Ahad (21/12/2025).
Menurut Masnur, rencana pekan besok akan ada zoom meeting bersama pihak Kementerian Perdagangan membahas soal ini. Dimana daerah diminta hadir mengikuti rapat zoom meeting terkait momen Nataru itu.
"Nanti akan terlihat seperti apa kebijakan nasional saat ini. Karena kemungkinan juga akan dibahas beberapa faktor termasuk bencana Sumatera yang ikut mempengaruhi harga bahan pokok," ujarnya.
Kenaikan harga bahan pokok dipenghujung tahun, kata Masnur, banyak dipengaruhi faktor. Minsalnya saja soal inflasi daerah maupun bencana alam.
Terjadinya bencana alam di tiga provinsi di Sumatera, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, ikut mempengaruhi harga cabe merah dan barang sembako lainnya.
Untuk harga cabe merah keriting sampai saat ini masih bertahan Rp80.000 per kg. Lalu cabe rawit merah Rp100.000 per kg. Cabe rawit hijau Rp100. 000 per kg. Bawang Merah masih Rp40.000 per kg.
Kemudian, telur ayam ras Rp31.000 per kg, daging sapi Rp130.000 per kg, beras Rp15.300 per kg.(dac)
Editor : Eka G Putra