TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Operasi Lilin 2025 sudah berakhir dan secara keseluruhan berjalan dengan aman dan lancar. Polres Kuansing mencatat, selama Operasi Lilin berlangsung, 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, hanya terjadi satu kasus Lakalantas di Desa Tanjung Pauh Kecamatan Singingi Hilir.
Kasus Lakalantas ini menyebabkan satu orang korban mengalami luka berat dan satu orang mengalami luka ringan. Selain itu, dari pantauan empat pos pelayanan dan pengamanan yang didirikan Polres Kuansing, masing-masing di Desa Tanjung Pauh Kecamatan Singingi Hilir, Desa Kasang Kecamatan Kuantan Mudik, Pos Tugu Cerano Kecamatan Kuantan Tengah dan pos di Kecamatan Cerenti, arus lalulintas berjalan aman dan lancar.
Tidak terjadi penumpukan atau kemacetan kendaraan dan arus lalu lintas terpantau landai. "Jadi selama dua pekan pelaksanaan Operasi Lilin ini, secara keseluruhan aman dan lancar," kata Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat melalui Kasat Lantas AKP Siswoyo, Rabu (7/1/2026).
Kasat Lantas Polres Kuansing, AKP Siswoyo menyebutkan, selama Operasi Lilin tercatat ribuan kendaraan meninggalkan wilayah Kuansing menuju arah kota Pekanbaru. "Diperkirakan masyarakat yang membawa keluarganya liburan ke Pekanbaru. Karena kan bertepatan dengan liburan sekolah," ujar Siswoyo.
Meski Operasi Lilin sudah berakhir pada 2 Januari 2026, Satlantas Polres Kuansing melakukan patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) mengantisipasi lakalantas. Hal ini sesuai dengan instruksi mabes Polri. Dimana puncak arus balik terjadi pada hari Sabtu dan Ahad (3-4 Januari 2026).
Makanya untuk mengantisipasi terjadinya lakalantas di puncak arus balik itu, Satlantas melakukan KRYD dengan membagi empat tim. Masing-masing tim terdiri dari tiga personel. Tim melakukan patroli Teluk Kuantan-Tanjung Pauh dan Tanjung Pauh-perbatasan Lipat Kain Kabupaten Kampar. "Alhamdulillah, lancar dan aman," papar Kasat Lantas Siswoyo.
Editor : Rinaldi