TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO)- Jembatan darurat yang menghubungkan ruas jalan lingkar di Sungai Sinambek-Desa Pulau Komang Kecamatan Sentajo Raya ke pusat ibu kota Teluk Kuantan, sejak Desember 2025 kemarin, mengalami kerusakan.
Plat baja badan jembatan bengkok akibat dihantam kendaraan bermuatan berat. Bantalan dan plat baja itu, lepas dari lasnya yang tidak kuat menahan goncangan beban kendaraan yang melintasi setiap hari.
Untuk penanganan darurat, Dinas PUPR Kuansing sudah melakukan penimbunan di batantalan jembatan beberapa hari lalu. Namun kondisi itu tidak bertahan lama. Bila kendaraan sepeda motor maupun mobil, maka akan terasa getaran dan bunyi bantalan besi baja jembatan. Masyarakat yang lewat diminta tetap berhati-hati.
Dinas PUPR Kuansing sendiri, sudah mengetahui kondisi itu. Di tahun 2026 ini, Dinas PUPR memastikan kalau jembatan darurat Sungai Sinambek akan dibangun ulang dengan konstruksi rangka baja.
"Insya Allah di 2026 ini akan kita bangun. Kami harap masyarakat bersabar," ungkap Kadis PUPR Kuansing, Ade Fahrer Arif ST yang dikonfirmasi Riaupos.co, Ahad (18/1/2026).
Ade Fahrer mengatakan, Dinas PUPR mengusulkan anggaran pembangunan jembatan rangka baja Sungai Sinambek itu di APBD 2026 sebesar Rp8 miliar.
"Dan alhamdulillah, disetujui bersama dengan DPRD Kuansing," katanya.
Ini mengingat, ruas jalan ini salah satu ruas jalan utama masyarakat. Sehingga menjadi salah satu skala prioritas Pemkab lewat Dinas PUPR Kuansing.
Jembatan Sungai Sinambek rubuh saat banjir melanda pada tahun 2024 lalu. Lalu mengingat fungsinya yang penting bagi masyarakat, menjadi jalur penghubung, makanya Pemkab lewat Dinas PUPR Kuansing ketika itu membangun jembatan darurat sekarang. Sehingga akses tetap lancar.
Namun melihat kondisi sekarang, jembatan darurat ini tak mampu lagi melihat tingginya mobilisasi kendaraan yang melintas. Makanya, tahun 2026 ini akan dibangun jembatan permanen.(dac)