Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jangan Heran Anggota Polres Kuansing Pakai Tanjak dan Selempang Melayu, Ini Penjelasannya

Desriandi Candra • Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:45 WIB

 

Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH melakukan pemasangan tanjak secara simbolis kepada personel, Jumat (20/2/2026) sore di lapangan Mapolres Kuansing.
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH melakukan pemasangan tanjak secara simbolis kepada personel, Jumat (20/2/2026) sore di lapangan Mapolres Kuansing.

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Kuansing jangan heran, kalau melihat personel dan ASN di jajaran Polres Kuansing sering menggunakan tanjak dan selempang Melayu. Sebab, terhitung Jumat (20/2/2026) kemarin, Polres Kuansing sudah me-launching penggunaan tanjak dan selempang bagi PNPP dan ASN Polri di jajaran Polres Kuansing.

Ini bagian untuk melestarikan budaya Melayu di lingkungan Polri, khususnya di wilayah hukum Polres Kuansing.

Launching penggunaan tanjak dan selempang itu, secara simbolis dilakukan oleh Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana pada Bripda Juanda dan Bripda Yelzi Arsela Fiska sebagai tanda dimulainya penggunaan atribut budaya Melayu dalam pelaksanaan tugas kedinasan di lingkungan Polres Kuansing.

Menurut Hidayat Perdana, penggunaan tanjak dan selempang yang akan digunakan setiap hari Jumat, bukan sekadar atribut tambahan, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang di wariskan para leluhur.

“Dengan memakai tanjak dan selempang ini, kita menunjukkan Polri mencintai, menghormati, dan melestarikan budaya Melayu sebagai jati diri daerah Kuansing,” ujar Hidayat Perdana, Sabtu (21/2/2026).

Semangat Presisi harus selaras dengan budaya lokal agar pelayanan kepada masyarakat semakin humanis, berkarakter, dan membumi.

“Budaya adalah identitas. Ketika kita menjaga budaya, berarti kita menjaga kehormatan dan marwah daerah. Saya berharap seluruh personel dapat mengenakan atribut ini dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab,”ujarnya.

Selain itu, wujud membangun sinergi dengan Lembaga Adat Melayu serta memperkuat kedekatan emosional dengan masyarakat melalui pendekatan budaya yang santun dan bermartabat.(dac)

 

Editor : Edwar Yaman
#polres kuansing #tanjak #selempang melayu