Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Masjid Agung Ar Raudhah Kuansing, Jadi Landmark Religius Ibu Kota dan Mampu Menampung 2.200 Jamaah

Desriandi Candra • Senin, 23 Februari 2026 | 12:27 WIB

Masjid Agung Ar Raudhah Kabupaten Kuansing.
Masjid Agung Ar Raudhah Kabupaten Kuansing.

Masjid Agung Ar Raudhah Kabupaten Kuansing memiliki suasana yang nyaman dan asri. Pilihan yang tepat untuk beribadah di kawasan pusat kota Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang ini.

TIDAKLAH sulit bagi jamaah untuk menemukan Masjid Agung Ar Raudhah Kabupaten Kuansing. Lokasinya berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Proklamasi nomor 1, Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing, Riau.

Para jamaah atau pendatang dari luar Kuansing yang ingin melaksanakan ibadah sambil santai dari Pekanbaru, ketika memasuki Kota Teluk Kuantan akan menemukan Tugu Cerano. Posisinya berada di sebelah kanan beberapa puluh meter setelah Tugu Cerano.

Sejak Ramadan pertama, 19 Februari 2026 kemaren, Masjid Agung Ar Raudhah terlihat lumayan ramai dibandingkan hari-hari biasa. Berdiri di atas tanah yang luas, dilengkapi pohon pelindung, tempat salat yang lapang dan selasar yang mengelilingi masjid, menjadi pilihan yang tepat untuk beribadah.

Banyak jamaah yang datang untuk melaksanakan salat fardu hingga tarawih, witir berjamaah. Ada juga yang membaca ayat suci Alquran sebelum masuk waktu salat fardu maupun sesudah salat.

Menurut Wakil Ketua II Pengurus Masjid Agung Ar Raudhah Kuansing, Suryawan SSos MSi, Masjid Agung Kuantan Singingi dibangun pada tahun 2010.

Pembangunannya merupakan bagian dari persiapan Kabupaten Kuantan Singingi sebagai tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) se-Riau daratan pada Oktober 2010 silam. Pada masa pemerintahan Bupati H Sukarmis-Wakil Bupat H Mursini.

Sejak itu, masjid ini berkembang menjadi simbol penting keagamaan dan sosial di wilayah Kuansing. "Jadi dulu Pemkab membangun sebagai bagian persiapan MTQ Riau daratan di Kuansing pada 2010 lalu," papar Suryawan, Senin (23/2/2026).

Masjid Agung Ar Raudhah, lanjut Suryawan, dibangun di atas tanah lebih kurang 32.000 meter persegi. Dengan luas bangunan mencapai 2.400 meter persegi.

Masjid Agung Ar Raudhah mampu menampung sekitar 2.200 orang jamaah. Arsitektur bangunan masjid yang megah dan terbesar di Kabupaten Kuansing ini, dengan gaya arsitektur yang terinspirasi Timur Tengah. Terlihat dari desain kubah yang khas dan penataan ruang yang lapang.

Kubahnya berwarna cerah dengan beberapa elemen pendamping, memberikan kesan megah dan elegan. Masjid Agung ini di lengkapi dengan empat menara yang berdiri tegak dan tinggi menjulang di empat sisi.

Masjid Agung Ar Raudhah dilengkapi dengan tempat wudhu laki-laki dan perempuan, kamar mandi/WC, pembangkit listrik/genset, sound system dan multimedia, dilengkapi AC, kantor sekretariat,area parkir yang luas, akses internet serta taman dan area terbuka untuk jamaah.

Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan umat, termasuk ibadah salat fardu dan Jumat, pengajian rutin, kegiatan pendidikan Islam, dakwah dan tabligh akbar.

Menjadi tempat program pemberdayaan zakat, infaq, dan wakaf. Semua ini menjadikannya pusat kehidupan keagamaan masyarakat muslim di Kuansing.

Masjid Agung Ar Raudhah Kuansing juga berperan sebagai Landmark religius di ibu kota Kabupaten Kuansing, Teluk Kuantan. Rujukan pusat ibadah dan kegiatan keagamaan besar lainnya.

Selama bulan Ramadan, banyak kegiatan yang dilaksanakan pengurus masjid di Masjid Agung Ar-Raudhah. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Masjid Agung Ar Raudhah Kabupaten Kuansing secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan. Seperti, Salat Tarawih dan Witir yang dilaksanakan setiap malam setelah Salat Isya secara berjamaah.

Kegiatan ini biasanya dipimpin oleh imam tetap maupun imam tamu (qori/hafiz Alquran), serta diisi dengan ceramah singkat (kultum) untuk menambah wawasan dan motivasi ibadah jamaah.

Kemudian Tadarus Alquran. Kegiatan tadarus dilaksanakan setelah Salat Subuh, Ashar, maupun setelah Tarawih. Masjid juga mengadakan program khatam Alquran 30 juz selama bulan Ramadan yang diikuti oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua.

Kultum disampaikan menjelang berbuka puasa atau setelah Salat Tarawih. Materi yang disampaikan biasanya berkaitan dengan keutamaan puasa, peningkatan akhlak, zakat, serta penguatan iman dan takwa.

Ada juga kegiatan buka puasa bersama. Dimana masjid menyediakan takjil dan makanan berbuka puasa bagi jamaah. Kegiatan ini didukung oleh sumbangan masyarakat dan para donatur sebagai wujud kebersamaan serta kepedulian sosial.

Selain itu menjadi tempat untuk pngumpulan dan penyaluran zakat. Panitia Ramadan menerima dan menyalurkan Zakat Fitrah, Zakat Maal, Infaq dan Sedekah Ramadan. Seluruh dana yang terkumpul disalurkan kepada mustahik (penerima yang berhak) sesuai ketentuan syariat Islam.

Sebagai Masjid Agung di Kabupaten Kuansing, masjid juga mendapatkan bantuan perawatan dan operasional dari Pemkab Kuansing.

Menurut Kabag Kesra Setda Kuansing, Fiskal Dermawan, untuk pemeliharaan atau perbaiksn fasilitas masjid yang rusak, dilakukan lewat Dinas PUPR Kuansing. Sementara untuk biaya operasional, takjil seperti di bulan Ramadan ini, Pemkab mengucurkan atau ditanggulangi oleh Pemkab Kuansing.

"Masjid Ar Raudhah adalah Masjid Agung Kabupaten yang menjadi pusat keagamaan terbesar di Kuansing dan menjadi perhatian Pemkab," ujar Fiskal Dermawan.

Editor : Rinaldi
#Landmark religius #Masjid Agung Ar Raudhah #pemkab kuansing