Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Cermat Berburu Takjil, Jauhi Makanan Menggunakan Pewarna

Desriandi Candra • Selasa, 24 Februari 2026 | 15:45 WIB

 

Pasar kaget Ramadan di kawasan Taman Jalur-eks Pasar Bawah Telukkuantan, Senin (23/2/2026) sore tetap ramai diserbu pembeli.
Pasar kaget Ramadan di kawasan Taman Jalur-eks Pasar Bawah Telukkuantan, Senin (23/2/2026) sore tetap ramai diserbu pembeli.

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Ramadan membawa berkah bagi para pedagang. Mereka punya kesempatan mengais rezeki dengan menjajakan berbagai menu makanan siap saji pada pembeli. Mulai aneka minuman hingga makanan siap saji lainnya untuk berbuka puasa. Di Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, pasar kaget yang ada di kawasan Taman Jalur-Pasar Bawah Telukkuantan, Jalan Jendral Sudirman, tak pernah sepi dari pembeli.

Setiap hari, mulai dari hari pertama hingga hari ke enam Ramadhan ini, Selasa (24/2/2026). Pasar kaget Ramadhan padat diserbu pembeli.

Meski para pembeli lebih mudah mendapatkan menu makanan sesuai selera dan siap saja, para pembeli tetap perlu hati-hati dan cermat dalam berburu takjil.

Menghindari membeli aneka minuman dan makanan yang menggunakan zat pewarna. Karena bisa menganggu kesehatan tubuh.

Himbauan ini disampaikan oleh Kadis Kesehatan Kuansing, Aswandi SKM, Selasa (24/2/2026). "Kita tetap harus berhati-hati dalam berburi takjil," kata Aswandi.

Dinas Kesehatan Kuansing sendiri sudah berkoordinasi dengan BPOM Cabang Rengat untuk melakukan pengujian aneka makanan yang dijual saat bulan Ramadan sekarang. Apakah menggunakan zat pewarna atau tidak.

"Kami dari Dinas Kesehatan masih menunggu jadwal dari BPOM. Karena kita belum memiliki alat untuk melakukan pengujian kesehatan makanan yang dijual," papar Aswandi lagi.

Meski belum dilakukan pengujian kesehatan aneka minuman dan makanan yang dijual, Aswandi menyebutkan kalau masyarakat bisa mengenali dari fisiknya. Biasanya minuman dan makanan yang dijual dengan menggunakan zat pewarna, warna lebih mencolok.

"Tapi untuk memastikannya memang harus dilakukan pengujian,"sebut Aswandi.

Di tanya soal fungsi Labkesmas yang dibangun, Aswandi menjelaskan, secara bangunan fisik Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) sudah rampung. Namun belum di operasionalkan. Sebab, alat-alat labor yang dibutuhkan untuk melakukan uji labor kesehatan usaha masyarakat dari Kementerian Kesehatan (Menkes) belum datang.

"Bila alat-alat ini sudah datang, Labkesmas ini bisa kita fungsikan lagi. Dan bisa melakukan pengujian kesehatan usaha masyarakat termasuk minuman dan makanan yang dijual ini. Mudah-mudahan segera tiba," kata Aswandi.(dac)

Editor : Edwar Yaman
#berburu takjil #dinas kesehatan kuansing #Makanan Menggunakan Pewarna