Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jembatan Sungai Sinambek Ditimbun Warga dengan Tanah, Dinas PUPR Tegaskan Sudah Jadi Skala Prioritas

Desriandi Candra • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:58 WIB

Jembatan Sungai Sinambek Rabu (4/3/2026) sudah ditimbun warga dengan tanah. Kendaraan pun sudah terlihat melintas.
Jembatan Sungai Sinambek Rabu (4/3/2026) sudah ditimbun warga dengan tanah. Kendaraan pun sudah terlihat melintas.

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Jembatan Sungai Sinambek jadi jalur lingkar penghubung Desa Muaro Sentajo-Desa Pulau Komang Sentajo-Desa Teratak Air Hitam Kecamatan Sentajo Raya dan sekitarnya. Jembatan ini sempat ditutup total Dinas Perhubungan bersama Dinas PUPR dan Sat Lantas Polres Kuansing, 26 Februari 2026 karena kondisinya yang rusak parah. Kondisi saat ini, ternyata jembatan sudah dibuka warga.

Dari pantauan Riaupos.co, Rabu (4/3/2026) di lokasi, spanduk panjang berisikan larangan melintas dan waterbarrier yang dipasang di bagian depan dan belakang jembatan, tak terlihat lagi. Spanduk dibuang di pinggir jalan.

Yang mengejutkan, jembatan itu sudah ditimbun dengan tanah. Bahkan kendaraan roda dua, roda empat dan coldiesel terlihat di atas jembatan yang sudah ditimbun tanah itu.

Kepala Dinas PUPR Kuansing, Ade Fahrer Arif yang dikonfirmasi mengatakan, perbaikan jembatan Sungai Sinambek ini sudah menjadi program skala prioritas dari Pemkab lewat Dinas PUPR Kuansing. Tetapi mengapa warga melakukan aksi penimbunan jembatan. "Kami sangat menyayangkan itu terjadi. Karena penimbunan tersebut tidak memiliki standar dan uji kelayakan konstruksi," ujarnya.

Sejak jembatan ini rubuh dihantam banjir tahun 2024 lalu, Dinas PUPR sudah menyiapkan perencanaan pembangunan jembatan baru Sungai Sinambek atau Sungai Lintang ini.

Kemudian di tahun 2025, anggaran pembangunannya sudah dianggarkan. Namun karena terjadinya efisiensi anggaran, rencana pembangunan ditunda. Untuk memudahkan arus lalu lintas, Dinas PUPR membangun jembatan sementara sampai dibangun jembatan yang permanen.

Melalui APBD tahun 2026, Pemkab sudah menganggarkan dana pembangunan jembatan baru yang permanen sekitar Rp9 miliar beserta pengawasan dan perencaannya. "Sekarang kami sedang penyiapan proses pengadaan jembatan. Karena kita kan menunggu rasionalisasi dan pergeseran terlebih dahulu. Intinya, ini jadi prioritas dan ada proses yang harus dilalui, " ujar Ade.

Penutupan jembatan Sungai Sinambek bersama Dinas PUPR, Perhubungan dan Sat Lantas Polres Kuansing, kata Ade, bukan tanpa alasan. Semuanya bertujuan untuk keselamatan masyarakat dan pengendara. Baik roda dua, roda empat dan lainnya.

Karena kondisi jembatan sudah rusak parah dan tidak layak dilalui. "Makanya kami tutup itu sementara untuk keselamatan kita semua," paparnya lagi.

Sekarang, justru jembatan yang sudah ditutup itu di buka, ditimbun dengan tanah. Sementara daya tahan timbunan tanah belum tau kekuatannya. "Kalau terjadi apa-apa, siapa yang akan bertanggungjawab," ujarnya.

Bupati Kuansing H Suhardiman Amby bahkan sudah memerintahkan pada Dinas PUPR untuk menyiapkan alternatif pembangunan jembatan di kecamatan lain yang lebih membutuhkan. "Saat ini kami sedang memproses pengalihan dan administrasi lokasi baru. Baik SK maupun kewenangan," tegas Ade Fahrer Arif.

Editor : Rinaldi
#dinas pupr kuansing #skala prioritas #Jembatan Sungai Sinambek