TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Pemkab lewat Bapenda Kabupaten Kuansing, terus memaksimalkan penggalian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Apalagi, di tahun 2026 ini, target yang ditetapkan sebesar Rp255 miliar lebih, naik dari 2025 lalu yang sebesar Rp240 miliar lebih.
Salah satu potensi yang di gali dan dikejar Bapenda Kuansing adalah pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Dimana pajak MBLB adalah pajak atas kegiatan pengambilan mineral bukan logam dan batuan dari sumber alam di dalam dan/atau dipermukaan bumi untuk dimanfaatkan.
Penggalian PAD dari pajak MBLB ini didasarkan Perda nomor 1 tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang diperkuat dengan Peraturan Bupati Kuantan Singingi nomor 51 tahun 2024 tentangtata cara pemungutan pajak MBLB.
"Kita, sesuai arahan pak Bupati berupaya memaksimalkan semua potensi PAD, termasuk MBLB ini," ungkap Kepala Bapenda Kuansing, Dr H Masrul Hakim MPd, Sabtu (7/3/2026) malam.
Masrul Hakim menjelaskan, kini Bapenda mengintensifkan pendataan wajib pajak MBLB di Kuansing. Bila wajib pajak atau Subjek Pajak MBLB yakni orang pribadi atau badan belum melakukan pembayaran MBLB, Bapenda akan menyampaikan pemberitahuan kepada wajib pajak yang bersangkutan.
"Mereka kita data dan kita surati untuk membayar kewajiban mereka," ujar Masrul Hakim.
Sejauh ini, beberapa perusahaan atau orang pribadi yang sudah disurati, diberikan sosialisasi atau penjelasan, sudah membayar pajak MBLB nya ke daerah.
Di dalam Peraturan Bupati Kuantan Singingi nomor 51 tahun 2024 tentang tata cara pemungutan pajak MBLB, juga dijelaskan besaran yang dikenakan terhadap jenis MBLB yang digunakan.
Minsalnya, pasir besarannya dikenakan Rp22.000 per meter kubik. Kerikil Rp32.500 per meter kubik. Sirtu Rp28.750 per meter kubik. Tanah urug Rp18.750 per meter kubik.
Tanah timbun pilihan Rp22.000 per meter kubik. Untuk granit, andesit, basalt, trakit, dasit dan batu sungai Rp31.250 per meter kubik. Tanah liat Rp21.250 per meter kubik dan pasir silika Rp50.000 per meter kubik.
Masrul Hakim yakin dengan upaya maksimal, target PAD dari MBLB bisa tercapai secara maksimal dan potensi lainnya.
Memang, di rapat evaluasi penerimaan PAD Kuansing kemaren, Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM meminta pada Bapenda Kuansing sebagai koordinator PAD Kuansing, untuk melakukan inovasi, menggali potensi yang ada dan memaksimalkannya.
Apalagi peran PAD sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan Kuansing berkelanjutan di tengah efisiensi anggaran saat ini.
Suhardiman Amby pun meminta semua OPD pengelola PAD lainnya, melakukan gerak yang sama, meningkatkan kinerja agar target yang ditetapkan tercapai. (dac)
Editor : M. Erizal