TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Lapangan eks Pasar Bawah Teluk Kuantan-ruas jalan Jendral Sudirman, Jumat (20/3/2026) malam penuh sesak dengan masyarakat. Sehingga kendaraan roda dua dan roda empat yang lewat harus berjalan lambat.
Pasalnya, lokasi ini menjadi pusat lokasi pawai takbiran Idulitri 1447 H. Ribuan orang ke lokasi, ingin melihat dan menyemarakkan pawai takbiran menyambut Idulfitri.
Pawai takbiran yang diikuti 10 kafilah dari masjid se Kenegerian Teluk Kuantan itu, langsung di lepas oleh Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM bersama Ketua DPRD H Juprizal SE MSi, Kapolres AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH, Sekda Zulkarnain ST MSi, Pabung 0302 Kodim Inhu, Kakan Kemenag H Suhelmon MA.
Terlihat hadir juga Ketua TPKK Kuansing Hj Yulia Herma, Asisten, kepala dinas dan badan di lingkungan Pemkab Kuansing.
10 kafilah dari masjid se Kenegerian Teluk Kuantan itu, dari lapangan eks Pasar Bawah memutar Lapangan Limuno ke ruas jalan Pasar Rakyat Teluk Kuantan dan finis kembali di lapangan eks Pasar Bawah Teluk Kuantan.
Kafilah Masjid Desa sawah mengirim 1.350 orang, menjadi peserta pawai dengan jumlah terbanyak.
Asiknya, peserta kafilah membawa hiasan menarik. Ada berupa miniatur Masjid yang di hiasi lampu dan ada juga yang membawa miniatur ketupat.
10 kafilah ini akan di pilih sebagai peserta pawai takbiran terbaik 2026 yang akan diumumkan usai salat Idulfitri.
Bupati Kuansing H Suhardiman Amby mengatakan, pawai takbiran Idulfitri sebagai bentuk ungkapan syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas segala nikmat dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Idulfitri bukan hanya tentang kembali mengenakan pakaian baru tetapi tentang kembali kepada fitrah menjadi insan yang bersih, hati lurus, niat dan mulia akhlaknya.
"Disinilah makna kemenangan sejati ketika kita mampu menumbangkan hawa nafsu, memperkuat Iman serta mempererat silaturahmi. Adat bersendi syarak-syarak bersendi kitabullah,"ujar Suhardiman Amby.
Malam takbiran ini juga menjadi pengingat bagi semua bahwa kebersamaan adalah kekuatan dalam perbedaan tetap satu, dalam keberagaman tetap bersaudara. Karena itu persatuan haruslah dirawat dengan bersih dengan kasih sayang dan saling menghormati.
Usai menghadiri dan melepas pawai takbiran, diakhiri dengan saling bersalaman. (dac)
Editor : Eka G Putra