TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Momen Idulfitri juga menjadi berkah bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang dititip di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Telukkuantan.
Lapas Kelas IIB Telukkuantan, Arip Herdian, Sabtu (21/3/2026) memberikan remisi khusus Idulfitri 1447 Hijriah kepada 202 warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik dan kepatuhan selama menjalani masa pidana.
Penyerahan itu dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Telukkuantan Arip Herdian. Berdasarkan data per 21 Maret 2026, jumlah penghuni Lapas Telukkuantan tercatat sebanyak 390 orang. Terdiri dari 135 tahanan dan 255 narapidana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 371 orang merupakan WBP beragama Islam.
Menurut Arip, pada momen Idulfitri tahun ini, sebanyak 202 narapidana memperoleh remisi khusus. Sebanyak 201 orang mendapatkan remisi khusus I (RK I) dengan besaran pengurangan masa pidana bervariasi, yaitu 15 hari sebanyak 34 orang, satu bulan sebanyak 141 orang, satu bulan 15 hari sebanyak 22 orang, dan dua bulan sebanyak empat orang.
Sementara itu, satu orang lainnya mendapatkan remisi khusus II (RK II) atau langsung bebas setelah memperoleh remisi.
Satu warga binaan yang langsung bebas tersebut adalah Gunawan Aji Saputra, yang sebelumnya menjalani pidana selama 2 tahun 6 bulan dalam perkara pencurian. Dengan tambahan remisi Idulfitri selama satu bulan, dia dinyatakan bebas tepat pada 21 Maret 2026.
Pemberian remisi ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan hak warga binaan sekaligus mendorong mereka untuk terus berperilaku baik dan aktif mengikuti program pembinaan di dalam lapas.
Sementara, sebanyak 169 orang belum mendapatkan remisi dengan berbagai alasan. Diantaranya 19 orang telah menjalani subsider, 128 orang masih berstatus tahanan, serta 22 orang belum memenuhi syarat administratif dan substantif.
Kepala Lapas Telukkuantan Arip Herdian menyampaikan pemberian remisi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri, sehingga kelak dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif.(dac)
Editor : Edwar Yaman